PALANGKA RAYA – Kondisi asrama mahasiswa Kotawaringin Timur (Kotim) di Palangka Raya sangat memprihatinkan, yang mana hal tersebut kini menjadi sorotan di DPRD Kotim.
Asrama mahasiswa Kotim terbagi menjadi empat bangunan terpisah di Palangka Raya, tiga untuk mahasiswa putra dan satu untuk mahasiswa putri.
Adapun yang menjadi sorotan yakni asrama 1 dan asrama 3 mahasiswa putra, yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Asrama 1 putra mengalami kerusakan mulai dari kusen jendela, pintu kamar yang jebol, hingga genteng bocor.
Di sisi lain, asrama 3 putra, dari kurang lebih 40 kamar, hanya bisa difungsikan 16 kamar. Bahkan, dari 16 kamar tersebut, tidak semuanya digunakan karena beberapa WC yang rusak menyebabkan fasilitas tidak dapat difungsikan.
Komisi II DPRD Kotim bersama Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah, melakukan kunjungan ke asrama mahasiswa Kotim di Palangka Raya, Kamis, 23 Januari 2025.
Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah, mengatakan bahwa pihaknya mengetahui kondisi ini dari pemberitaan di Berita Sampit yang sebelumnya mengangkat isu asrama mahasiswa Kotim yang kurang perhatian.
“Nanti kami mengambil langkah dengan Pemerintah Kabupaten Kotim, bagaimana nanti kita bisa optimalkan, semoga bisa bermanfaat bagi mahasiswa Kotim yang ada di Palangka Raya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sebagai unsur pimpinan akan segera menindaklanjuti temuan tersebut.
“Saya sebagai unsur pimpinan Waket I dengan Komisi II. Kami telah melihat kondisi asrama seperti ini, nanti akan kami rapatkan dengan melibatkan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Diketahui, ada wacana terkait pembangunan ulang asrama 3 karena luas tanahnya cukup besar.
“Kalau ada wacana (pembangunan ulang), kami dari dewan akan dorong,” tambahnya.
Beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Seruyan dan Barito Selatan, telah memulai pembangunan ulang asrama mahasiswa mereka di Palangka Raya.
Di sela-sela kunjungan, Juliansyah mengungkapkan rasa malunya terhadap kondisi asrama mahasiswa Kotim.
“Malu kita. Misal ada yang lewat melihat plang asrama Kotim dan ada logo Kotim, dicap orang bagaimana Kotim?,” ujarnya dengan nada prihatin.
(Sya'ban)












