Industri Pariwisata Kalteng Jadi Penyumbang Sampah, DLH Siapkan Solusi

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi sampah sektor industri, termasuk pariwisata seperti hotel dan restoran.

– Sektor industri, termasuk pariwisata seperti hotel dan restoran, menjadi salah satu penyumbang utama sampah di Indonesia, termasuk di (Kalteng).

Hal ini mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalteng untuk mengambil langkah konkret dalam pengelolaan limbah.

Sekretaris DLH Kalteng, Noor Halim, mengungkapkan pihaknya telah mulai melakukan penanganan limbah dari sektor perhotelan dan restoran.

“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan kabupaten/kota, terutama di . Kami juga akan membuat tempat penanganan daur ulang sampah yang dibagi menjadi tiga zona, yakni zona tengah di , zona barat di Barat, Pangkalan Bun, dan zona timur di Muara Teweh atau Buntok,” jelas Halim, di , Kamis 23 Januari 225.

Halim menambahkan bahwa DLH telah mengirimkan surat edaran kepada pihak hotel untuk mengajak mereka berperan aktif dalam pengelolaan sampah.

“Kami meminta pihak hotel untuk memilah sampah sesuai konsep 3R, yaitu reduce, reuse, recycle. Plastik dipisahkan, organik dipisahkan, sehingga pengolahannya lebih mudah,” katanya.

Sebelumnya, Plh. Asisten dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Maskur, juga mengimbau pelaku usaha di sektor pariwisata untuk lebih serius dalam pengelolaan sampah.

“Kita mengimbau agar sampah-sampah di hotel dan restoran dikelola dengan baik. Langkah ini penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ujar Maskur kepada awak media usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-1 di Hotel Aurila, , Rabu 22 Januari 2025.

Ia menekankan pentingnya pengolahan sampah, baik organik maupun nonorganik, guna mengurangi tumpukan sampah yang semakin mengkhawatirkan.

Menurutnya, pengelolaan yang baik tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung program keberlanjutan.

baca juga ...  Gubernur Agustiar: Kalteng Tangguh Hadapi Karhutla, Kesiapsiagaan Menyeluruh Jadi Kunci

“Sampah plastik dan organik yang bisa didaur ulang sebaiknya dimanfaatkan. Dengan begitu, kita dapat mengurangi tumpukan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan,” tambah Maskur.

Maskur berharap kesadaran kolektif dari masyarakat dan dukungan pelaku usaha dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Kalteng.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!