JAKARTA- Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin mendukung usulan dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang agar kebijakan HGBT untuk sektor industri harus berdiri sendiri.
“Ya, tentu kita dukung usulan dari Pak Menteri ini. Karena untuk menjaga tata kelola kebijakan HGBT itu,” tutur Mukhtarudin Senin 27 Januari 2025.
Artinya, menurut Mukhtarudin, kebijakan HGBT di sektor industri tidak di-bundling atau digabungkan dengan pupuk dan kelistrikan.
Di mana, lanjut Mukhtarudin, pupuk sudah menikmati subsidi untuk harga jual pupuk, sedangkan listrik sudah menikmati biaya subsidi energi (double subsidies).
“Nah inilah akan berpengaruh terhadap perhitungan rata-rata harga gas saat ini,” imbuh Mukhtarudin.
Politisi Dapil Kalteng ini mengaku kinerja sektor industri pengolahan nonmigas, di triwulan III 2024 masih menjadi kontributor utama dalam PDB Indonesia, dengan kontribusi sebesar 17,18%, dan pertumbuhan sebesar 4,84%.
Kemudian, Mukhtarudin mengatakan nilai ekspornya pada tahun 2024 mencapai USD196,55 Miliar, atau 74,25% dari total ekspor nasional.
“Dengan demikian kalau kebijakan HGBT sektor industri bisa berdiri sendiri, maka saya kira ini akan sangat memberi nilai tambah besar sekali,” pungkas Mukhtarudin.
HGBT Diperpanjang
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi sektor industri akan diperpanjang penerapannya pada tahun 2025 ini.
“Keputusan tersebut memberikan angin segar bagi sektor industri, karena tidak hanya menjamin kepastian usaha dan daya saingnya, pemberlakuan HGBT juga menjadi daya tarik untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Agus.
Agus juga menegaskan bahwa sektor industri siap diaudit dari hulu ke hilir untuk penggunaan gas bumi, sehingga bisa diketahui secara pasti kebutuhannya.
Pemerintah, kata Agus, harus menyamakan persepsi bahwa program HGBT jangan dilihat sebagai cost tapi sebagai faktor pendorong ekonomi.
“Memang pendapatan negara berkurang dari pelaksanaan HGBT, tapi pendapatan tersebut bisa ditutupi enam kali lipatnya melalui pajak penjualan produk industri pengguna HGBT,” imbuh Agus.
Karenanya, Menperin menyampaikan bahwa penerapan HGBT sangat krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8 persen dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Untuk mewujudkan target tersebut, sektor manufaktur ditargetkan berkontribusi sebesar 21,9% terhadap PDB nasional pada tahun 2025 – 2029,” pungkas Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
(adista)












