PALANGKA RAYA – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Lohing Simon, menegaskan pentingnya peningkatan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan poros antar kabupaten.
Menurutnya, perhatian serius terhadap infrastruktur jalan sangat diperlukan agar pembangunan di Kalteng dapat berjalan berkesinambungan.
“Pembangunan yang baik harus didukung dengan infrastruktur yang memadai, khususnya jalan antar kabupaten yang selama ini menjadi salah satu kendala utama,” ujar Lohing, Senin 27 Januari 2025.
Lohing mengungkapkan, meskipun pemerintah daerah sudah berusaha membangun infrastruktur jalan, banyak jalan antar kabupaten yang masih dalam kondisi rusak atau belum memadai.
Ia menekankan bahwa infrastruktur jalan memiliki peran vital dalam kelancaran distribusi barang dan akses masyarakat antar kabupaten. Tanpa jalan yang baik, mobilitas menjadi terbatas dan biaya logistik semakin tinggi.
“Jalan yang rusak atau tidak terpelihara dengan baik akan meningkatkan biaya operasional, dan ini akhirnya akan berimbas pada harga barang yang lebih tinggi,” jelas Lohing.
Politisi PDI-P ini juga menyarankan agar pemerintah provinsi memberikan perhatian khusus pada pemeliharaan dan perbaikan jalan yang menghubungkan antar kabupaten.
Menurutnya, peningkatan kualitas jalan akan membuka lebih banyak peluang ekonomi, mengurangi kemiskinan, serta memperlancar akses pendidikan dan kesehatan.
“Dengan jalan yang baik, warga di daerah terpencil pun akan merasakan manfaatnya, karena mereka akan lebih mudah mengakses layanan dasar dan fasilitas umum,” tambah Lohing.
Lohing juga menilai bahwa pengelolaan pembangunan jalan antar kabupaten tidak bisa hanya mengandalkan anggaran daerah semata.
Ia mengharapkan adanya kerjasama yang lebih baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk meningkatkan kualitas jalan yang ada.
“Pembangunan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas bersama. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, kerjasama antara berbagai pihak sangat dibutuhkan agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Lohing menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jalan tidak hanya terletak pada pembangunannya saja, tetapi juga pada pemeliharaan yang berkelanjutan.
Hal ini, kata dia, membutuhkan perencanaan yang matang serta alokasi anggaran yang memadai agar perbaikan dan pemeliharaan jalan dapat dilakukan secara teratur.
“Jalan yang baru dibangun tanpa pemeliharaan yang baik hanya akan kembali rusak dalam waktu singkat, sehingga perlu ada perencanaan jangka panjang dalam pengelolaannya,” jelasnya.
Lohing menegaskan bahwa peningkatan kualitas jalan antar kabupaten merupakan salah satu kunci utama untuk mempercepat pembangunan di Kalteng.
“Jika infrastruktur jalan ini diperbaiki dan dikelola dengan baik, saya yakin Kalimantan Tengah akan lebih berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












