SAMPIT – Kebakaran melanda Komplek Pasar Keramat, Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), pada Jumat 31 Januari 2024. Kobaran si jago merah menghanguskan tiga unit rumah milik warga setempat
Diketahui api bersumber dari kediaman milik warga bernama Salati, dimana saat peristiwa itu terjadi korban tengah berjualan di pasar dan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong.
Menurut keterangan dari warga setempat bernama Reza, sesaat sebelum munculnya api terdengar suara ledakan sebanyak dua kali dari kediaman Salati.
“Sempat saya mendengar adanya suara ledakan sebanyak dua kali dari rumah korban dan tidak lama setelah itu terlihat kobaran api disertai asap,” kata Reza.
Selaras dengan keterangan dari Kepala Dinas Damkarmat, Ati Marahini bahwa sumber api berasal dari kediaman Salati yang ditinggalkan dalam kondisi kosong.
Menurut Ati Marahini, dalam peristiwa ini sebanyak tiga unit rumah ludes terbakar masing-masing milik Salati, Samlan, dan Hanapi.
“Hasil investigasi yang kami lakukan ada tiga rumah milik warga ludes terbakar dan ada beberapa unit mengalami kerusakan,” ungkapnya.
Kebakaran tersebut sangat cepat meluas mengingat wilayah padat penduduk dan material bangunan yang sebagian besar dari kayu.
“Jarak rumah dan material bangunan menjadi salah satu penyebab api menjalar dengan cepat,” beber Ati Marahini.
Dirinya juga mengaku bahwa dalam proses pemadaman mengalami kendala dengan kondisi jalan yang sempit dan juga wilayah tersebut merupakan kawasan padat penduduk sehingga petugas Damkarmat memadamkan api butuh waktu sekitar satu jam lebih.
“Dengan kendala jalan dan jarak rumah terlalu padat, butuh waktu satu jam lebih untuk kami melakukan pemadaman, dan mengerahkan empat unit mobil pemadam,” pungkasnya.
(Sattar)












