PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya mempercepat transformasi digital dengan menargetkan pemerataan jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah, yang ada di Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Agus Siswadi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 321 titik blank spot yang tersebar di berbagai daerah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Katingan dan Murung Raya. Pemerataan jaringan menjadi prioritas, dengan target implementasi penuh pada tahun 2027.
“Untuk saat ini di Kalteng sendiri ada 321 blank spot yang tersebar, dan yang terbanyak ada di Kabupaten Katingan, Murung Raya, dan daerah lainnya,” ucapnya, Selasa 4 Februari 2025.
Selain itu, salah satu kendala utama dalam pembangunan infrastruktur jaringan di Kalteng adalah luasnya wilayah dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit dibandingkan dengan daerah lain seperti Jawa dan Sumatra.
“Kalimantan memiliki karakteristik geografis yang berbeda dengan Jawa dan Sumatra. Misalnya, dari Palangka Raya ke Buntok, berapa banyak rumah yang dilewati, itu menjadi pertimbangan dalam pemasangan jaringan. Berbeda dengan di Jawa, di mana dari satu kecamatan ke kecamatan lain penduduknya padat sehingga tidak merugikan dalam pemasangan,” tambahnya.
Selain itu, dalam beberapa titik blank spot di Kalteng, hanya ada beberapa kendaraan yang melintas dalam sehari. Hal ini menjadi tantangan tersendiri.
“Di Kalteng, dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta jiwa dan kepadatan hanya sekitar 16 orang per kilometer persegi, ini menjadi tantangan terbesar bagi kami dalam memastikan akses internet merata,” ungkapnya.
(yud)












