PALANGKA RAYA – H. Agustiar Sabran resmi ditetapkan sebagai Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) periode 2025-2030 dalam rapat paripurna DPRD Kalteng, Sabtu 8 Februari 2025 malam. Namun, momen yang menarik perhatian justru terjadi setelah rapat, saat Agustiar memberikan tanggapan santai kepada wartawan, yang membuat suasana penuh tawa.
Dalam rapat paripurna ke-3 masa persidangan II tahun 2025, DPRD Kalteng secara resmi mengusulkan pemberhentian H. Sugianto Sabran dan H. Edy Pratowo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2021-2024. Bersamaan dengan itu, DPRD juga mengusulkan pengangkatan Agustiar Sabran dan Edy Pratowo untuk periode 2025-2030.
Ketika ditemui wartawan usai rapat, Agustiar mendapat pertanyaan mengenai program yang akan ia lanjutkan setelah kepemimpinan adiknya, H. Sugianto Sabran. Dengan gayanya yang santai dan penuh humor, Agustiar menjawab dengan ringan, membuat suasana menjadi lebih cair dan mengundang tawa dari para awak media.
Jawaban santainya ini mencerminkan kepribadiannya yang tenang dan percaya diri dalam menghadapi transisi kepemimpinan di Kalimantan Tengah. Meskipun belum merinci programnya, Agustiar memberi kesan bahwa ia siap melanjutkan pembangunan dengan pendekatan yang komunikatif dan terbuka.
“Pokoknya aku seperti yang dulu aja,” ucapnya sambil mengangkat tangan kanan, gestur yang sudah menjadi ciri khasnya.
Jawaban singkat itu pun mengundang tawa di antara para hadirin. Usai memberikan pernyataan, Agustiar kemudian meninggalkan ruangan bersama Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo.
Pelantikan resmi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng periode 2025-2030 dijadwalkan berlangsung pada 20 Februari 2025 di Jakarta dan akan dilantik langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
PR Penting dari Gubernur Kalteng untuk Pemimpin Baru
GUBERNUR Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, memberikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) bagi gubernur dan wakil gubernur terpilih guna memastikan keberlanjutan pembangunan di daerah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Sugianto menekankan bahwa kesinambungan pembangunan sangat penting agar berbagai capaian yang telah diraih dapat terus berlanjut demi kemajuan Kalteng.
“Pembangunan ini harus berkesinambungan dan berkelanjutan. Dari zaman Pak Teras Narang dua periode lalu, anggaran dari Rp400 miliar bisa naik menjadi Rp3,4 triliun. Alhamdulillah, di zaman saya bisa tembus Rp10,2 triliun. Ke depan, tentu ada target-target yang harus dicapai oleh Pak H. Agustiar Sabran dan H. Edy Pratowo,” ujar Sugianto kepada awak media.
Ia juga menyoroti optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perlunya dukungan dari eksekutif, legislatif, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar pembangunan terus meningkat.
“Jika PAD naik, APBD juga akan meningkat. Infrastruktur juga harus diperhatikan. Saat ini jalan provinsi ada sekitar 1.272 kilometer, dan kita sudah menambah lagi di tiga kabupaten hingga totalnya menjadi sekitar 1.550 kilometer. Ini tentu membutuhkan dana besar, sehingga gubernur harus bekerja keras untuk merealisasikannya,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Sugianto juga menyoroti pentingnya pembangunan di sektor kesehatan dan sumber daya manusia (SDM).
Ia menekankan bahwa kesehatan adalah faktor utama dalam meningkatkan kualitas SDM, sehingga layanan kesehatan harus semakin diperkuat.
“Kesehatan itu sangat penting. Makanya, pembangunan Rumah Sakit Provinsi di Km 26 Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, harus menjadi perhatian gubernur dan wakil gubernur terpilih. Jika bisa dilanjutkan, maka kita harus mendukung penuh. Ini adalah pelayanan dasar bagi masyarakat Kalteng,” katanya.
Sugianto berharap pemimpin Kalteng berikutnya dapat melanjutkan program-program yang telah dirancang untuk kemajuan daerah. Dengan sinergi dan kerja sama yang kuat, ia optimistis Kalteng bisa semakin berkembang di masa mendatang.
(Sya'ban)












