PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan 50 hingga 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berpartisipasi dalam Ramadan Fair 2025 atau National Halal Fair 2025 yang akan berlangsung selama bulan Ramadan.
Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, Rangga Lesmana, menyatakan bahwa pendataan masih berlangsung untuk memastikan jumlah peserta sesuai dengan kapasitas lokasi yang telah dipilih.
“Saat ini, kami memperkirakan jumlah UMKM yang berpartisipasi berkisar 50 hingga 100 UMKM. Namun, angka ini masih bisa berubah menyesuaikan dengan kesiapan lokasi dan konsep acara agar pelaksanaannya lebih meriah dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya usai rapat persiapan National Halal Fair 2025 di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa 11 Februari 2025.
Pemprov Kalteng juga memastikan bahwa stand bagi para pelaku UMKM akan disediakan secara gratis, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa lapak.
“Para pelaku UMKM hanya perlu mendaftar dan berjualan. Jika mereka belum memiliki sertifikasi halal, kami akan fasilitasi pengurusannya bekerja sama dengan Kementerian Agama,” kata Rangga.
Saat ini, lokasi pelaksanaan Ramadan Fair 2025 masih dalam tahap pembahasan. Ada dua lokasi yang diusulkan, yakni Bundaran Besar Palangka Raya dan GOR Indoor Serbaguna Kilometer 5.
Selain itu, mekanisme pendaftaran bagi UMKM masih dirumuskan, apakah akan dilakukan melalui Disdagperin atau Dinas Koperasi dan UKM.
“Untuk sementara, peserta yang akan diakomodasi hanya UMKM di Kota Palangka Raya, mengingat keterbatasan akomodasi bagi UMKM dari daerah lain di Kalteng,” tambahnya.
Dengan adanya Ramadan Fair 2025, Pemprov Kalteng berharap dapat mendorong perkembangan UMKM lokal, memperkuat ekosistem ekonomi syariah, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan produk halal selama bulan Ramadan.
(Sya'ban)












