SAMPIT – Di tengah kondisi gedung sekolah yang hampir roboh, semangat guru dan siswa SDN 11 Baamang Tengah tetap membara dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Meskipun ruangan kelas mengalami kerusakan parah, hal itu tidak menghentikan upaya guru di SDN 11 Baamang Tengah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswa.
Kepala Sekolah, Lilie, menegaskan bahwa kerusakan pada bangunan kelas bukanlah halangan untuk menjaga standar pendidikan yang tinggi.
“Kami terus berupaya untuk memberikan pendidikan terbaik kepada siswa meskipun dengan kondisi ruangan yang kurang baik,” katanya, Senin, 17 Februari 2025.
Lilie mengungkapkan bahwa dalam menjaga kualitas pendidikan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Beberapa aktivitas dilakukan di ruang terbuka agar suasana lebih segar dan tidak monoton. Meskipun kondisi gedung sekolah mengalami kerusakan, Lilie tetap berkomitmen mencari solusi perbaikan dengan dana terbatas dari orang tua siswa.
“Kami tidak monoton didalam ruanga, namun ada juga beberapa kegiatan yang dilaksanakan di ruang terbuka,” ungkapnya.
Bahkan menurut Lilie, pihaknya juga sebelumnya telah mengajukan permohonan renovasi kepada Disdik Kotim, namun hingga kini permohonannya belum terealisasi. Walau begitu, semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak pernah padam.
“Kami hanya ingin memastikan bahwa siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman juga bisa menyerap ilmu dengan baik tanpa rasa cemas karena kondisi atap dan dinding sekolah yang sudah hampir roboh,” jelas Lilie.
Ia berharap Pemerintah Daerah agar dapat segera melakukan renovasi gedung sekolah SDN 11 Baamang Tengah sehingga siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman.
“Saya berharap Pemerintah dapat memperhatikan kondisi gedung sekolah kami yang sangat memprihatinkan,” pungkasnya.
(Sattar)












