Oleh: Maman Wiharja (Wartawan Senior – beritasampit.com)
Permainan judi slot online dilarang oleh pemerintah, namun kenyataannya semakin marak karena konon susah untuk di brantas, bahkan sekarang diwarnai dengan bermunculannya jaringan sindikat penipuan yang menggunakan slot online abal-abal alias bodong.
Padahal, seperti dilansir berita CNBC Indonesia, 18 February 2025, Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah menteri kabinet Merah Putih membicarakan penerbitan aturan soal judi online. Aturan tersebut akan berbentuk Peraturan Pemerintah (PP) yang disebutnya untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan masih ada celah judi online meskipun platform besar telah melakukan takedown dalam skala besar. Aturan itu, dibutuhkan karena masalah judi online termasuk dalam masalah lintas bidang.
Dalam acara Hari Keamanan Berinternet 2025, 18 Februari 2025, Meutya Hafid juga menginformasikan pihaknya terus melakukan blokir konten. Termasuk judi online yang terjaring 993.144 konten dan 187.865 konten pornografi sejak 20 Oktober 2024 hingga 15 Februari 2025. Itulah antara lain, program kerja Menteri baru ‘Kabinet Merah Putih‘ yang pada awalnya gigih mensosialisasikan larangan judi slot online yang sampai sekarang semakin marak merambah berbagai kalangan termasuk anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.
Setiap Menteri baru pasti program kerjanya berbeda dengan Menteri terdahulu. Seperti halnya terkait dengan judi slot online Menteri Kominfo Johnny G Plate, pada 3 Agustus 2022 mengatakan kepada media, bahwa Kominfo telah membersihkan 560.000 akun judi situs online, yang beredar di Indonesia.
Jumlah 560.000 pada awal Agustus 2022, kemudian menyusul Ditjen Aptia Agustus 2023 melaporkan dengan jumlah yang spetakuler bahwa Kominfo telah men-takedown 971.285 konten situs judi online. Pengamatan penulis apa benar atau hanya sekedar laporan untuk menyenangi Presiden?.
Buktinya, pasca ditahannya Menteri Kominfo Johnny G Plate karena terlibat kasus korupsi, justru disaat Menkominfo gencar mensosialisasikan larang judi slot online, belasan oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), berhasil digerebeg oleh Polda Metro Jaya, Jumat 1 Nopember 2024, disalah satu ruko di kawasan Galaxy, Kota Bekasi, yang diduga menjadi kantor pegawai Kementerian Komdigi.
Itulah sekelumit fenomena program Kemenkominfo, yang sampai sekarang permainan judi slot online (judol), justru semakin marak. Tinggal buka di Google, kemudian ketik kalimat Judi Slol Online, maka akan bermunculan nama-nama akun judol, lengkap dengan para pemilik nomor rekening semua Bank.
Bahkan dibalik semaraknya judol, muncul pula jaringan sindikat penipuan Judol aba-labal alias bodong, yang mendompleng sejumlah nama akun judol . Modusnya, yang dilakukan sindikat seolah-olah akun judol yang ditawarkan kepada ratusan bahkan ribuan member yang hoby judol, hampir sama, semua nama-nama Bank-nya aktif.
Cuman bedanya, saat member telah transfer, kemudian mengisi formolir deposit jumlah uangnya (saldonya), tidak masuk ke IDR, alias tidak bisa loging untuk main judol. Adapun, madus operandi penipuan tersebut, yakni mengirim SMS ke ratusan member yang hoby main jadol.
“Selamat siang ka, ini aku Selvie mau ngasih bonus Rp 3 juta, cuku TF 100 K (Rp 200 ribu) diberi kode 444, contoh TF 50 K, ujungnya kasih kode 444 jadi 50.444 K, tapi kaka harus janji ngasih 30 persen ke aku, ini akunnya…………..deal..”.
Sindikat penipuan tersebut sangat menggiurkan bagi para member/nitizen yang hoby jadol, karena para pemain jadol kebanyakan kalah daripada menang. Nah, karena sering kalah saat menerima SMS di HandPhone (HP), mau tidak mau mencobany. Tapi setelah semua saran dari sindikat yang masuk ke SMS dilaksanakan, ujung-ujungnya tertipu.
Kemudian warga masyarakatpun, saat ini bingung karena sejumlah oknum artis ternama, termasuk salah satu oknum artis yang sudah masuk Kabinet Merah Putih masih saja, wajahnya nongol diberbagai jaringan video digital, mempromosikan judol yang menjanjikan untuk membantu masyarakat. Hal ini tentu membuat Kabinet Merah Putih jadi tercoreng. Walhasil, semakin maraknya Judol bagaikan Gunung Es, tiba-tiba menggunung, tiba-tiba mencair.(*)












