SAMPIT – Kematian Jaka (17), pemuda asal Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih menyisakan tanda tanya. Awalnya, polisi menyimpulkan bahwa korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Namun, penyelidikan terbaru mengungkap kemungkinan lain yang kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kapolsek Kota Besi, AKP Rohman Hakim, menegaskan bahwa mereka tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain dalam kematian Jaka.
“Kami masih dalami dan mencari penyebab lain dari kematian korban,” kata Rohman, Sabtu, 1 Maret 2025.
Rohman mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada tujuh saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut. Menariknya, jumlah ini masih bisa bertambah seiring dengan perkembangan penyelidikan.
“Masih 7 orang dan bisa bertambah. Jika ada info tambahan, masyarakat maupun keluarga bisa sampaikan ke Polsek Kota Besi,” katanya.
Kematian Jaka masih menyisakan tanda tanya besar. Jasad pria malang itu ditemukan di kebun lombok di tepi Jalan Tjilik Riwut, Desa Bajarum, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotim, pada Oktober 2024 lalu.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menduga bahwa Jaka meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Namun, dugaan pembunuhan juga mencuat, mengingat sejumlah kejanggalan yang ditemukan. Polisi pun membuka diri terhadap segala informasi yang bisa membantu mengungkap misteri ini.
“Masih kami dalami penyebab lainnya, namun untuk sementara mengarah ke lakalantas,” bebernya.
(Oktavianto)












