SAMPIT – Menyantap hidangan lezat setelah seharian berpuasa memang menggoda, namun makan berlebihan saat berbuka dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim), Nugroho Kuncoro Yudho, mengingatkan pentingnya menjaga pola makan yang seimbang saat berbuka.
“Setelah berpuasa, banyak orang tergoda untuk langsung makan dalam porsi besar. Padahal, kebiasaan ini dikenal sebagai overeating dan bisa mengganggu kesehatan,” ujar Nugroho, Senin 10 Maret 2025
Ia menjelaskan, perut yang kosong seharian bisa “terkejut” jika langsung diisi makanan dalam jumlah besar, yang berisiko menimbulkan rasa begah, kembung, bahkan gangguan pencernaan.
“Konsumsi makanan berlemak atau pedas saat berbuka juga dapat memicu naiknya asam lambung, menyebabkan mual dan rasa tidak nyaman,” ungkapnya.
Terlalu banyak makan dalam waktu singkat juga bisa membuat tubuh lemas dan mengantuk. Ini disebabkan lonjakan gula darah yang naik drastis lalu turun dengan cepat.
Untuk menghindari masalah ini, Nugroho menyarankan pola makan yang lebih sehat. Saat sahur, sebaiknya memilih makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan lemak sehat. Hindari makanan tinggi gula dan lemak seperti gorengan dan santan berlebihan.
“Sedangkan untuk berbuka, mulailah dengan makanan ringan seperti kurma, buah, atau air putih, sebelum menyantap makanan utama setelah salat Maghrib. Makanlah secara perlahan dan bertahap agar tubuh dapat beradaptasi,” pesannya.
Dengan pola makan yang terjaga, diharapkan umat Muslim dapat menjalani ibadah puasa dengan tubuh yang tetap sehat dan bugar. (nardi)












