SAMPIT – Gelombang kenaikan harga cabai kembali mengguncang pasar di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam tiga hari terakhir, harga cabai meroket hampir dua kali lipat, membuat para pembeli dan pedagang cemas.
Rohana, seorang pedagang rempah-rempah, mengungkapkan bahwa sebelumnya harga cabai sempat turun hingga Rp 80 ribu per kilogram. Namun kini, harganya kembali melambung, menguras kantong konsumen dan mempersulit pedagang dalam menjaga stok.
“Naik tiga hari terakhir ini, sekarang harga cabai perkilogramnya Rp 130 ribu,” kata Rohana, Kamis, 27 Maret 2025.
Tak hanya cabai, harga bahan rempah lainnya ikut melambung. Bawang putih dan bawang merah yang sebelumnya dibanderol Rp30 ribu per kilogram kini meroket hingga Rp45 ribu! Kenaikan harga ini membuat para pedagang dan konsumen semakin resah.
“Harga bawang juga naik, sekarang di harga Rp 45 ribu, meskipun cuman naik sedikit tapi naik juga kan,” katanya.
Penyebab utamanya adalah cuaca hujan yang menghambat panen serta stok cabai lokal yang semakin menipis. Tak hanya itu, tingginya permintaan menjelang hari raya turut mempercepat kenaikan harga di pasaran.
“Dekat lebaran makanya harganya naik, tapi cuaca juga menjadi salah satu faktornya karena cabai yang kami jual bukan cabai lokal, tetapi kami pesan dari luar pulau,” bebernya.
(Oktavianto)












