PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, menegaskan pentingnya digitalisasi layanan perpustakaan.
Hal ini disampaikannya saat meninjau Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalteng pada Kamis, 27 Maret 2025.
Menurut Wagub, pembaruan fasilitas dan penerapan teknologi digital merupakan langkah yang tidak dapat dihindari agar layanan perpustakaan tetap relevan.
“Orientasi kita sekarang harus mengarah pada ilmu pengetahuan berbasis digital. Fasilitas perpustakaan harus diperbarui agar pengunjung bisa mengakses bahan literatur dengan mudah, baik secara langsung maupun online,” ujar Wagub Edy Pratowo.
Wagub menambahkan, selain perbaikan fisik, penting juga meningkatkan sistem dan sarana digital agar masyarakat bisa mendapatkan informasi literasi kapan pun dan di mana pun.
Hal ini sesuai dengan visi Kalteng Maju yang mendorong peningkatan kualitas SDM melalui literasi.
Sementara itu, Kepala Dispursip Kalteng, Nunu Andriani, menyampaikan gagasan untuk menambah fasilitas studio mini sebagai sarana edukasi.
Studio ini diharapkan dapat menampilkan cerita sejarah dan dokumenter bagi pelajar dari berbagai jenjang hingga masyarakat umum.
Nunu menilai, dengan adanya studio mini, Dispursip dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik, sehingga memotivasi generasi muda untuk lebih mengenal sejarah dan literasi daerah.
Wagub Edy Pratowo menyambut baik usulan tersebut dan akan menyampaikan hasil kunjungannya kepada Gubernur Kalteng.
“Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap literasi masyarakat Kalteng. Peningkatan layanan perpustakaan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan di daerah,” tegasnya.
Dengan adanya dukungan Pemprov Kalteng dan inovasi dari Dispursip, diharapkan literasi masyarakat dapat meningkat seiring perkembangan teknologi digital.
(Sya'ban)












