KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus berupaya memperkuat sektor ketahanan pangan di tahun 2025. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi krisis pangan dan meningkatkan produksi hasil pertanian lokal. Wakil Ketua II DPRD Kapuas, Berintho, yang juga politisi Partai NasDem, menekankan pentingnya kebijakan berkelanjutan dalam sektor ini.
“Ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan pangan yang cukup serta mendukung petani dengan kebijakan yang berkelanjutan,” ujar Berintho, Rabu 2 April 2025.
Menurutnya, peran pemerintah sangat krusial dalam menyediakan infrastruktur pertanian yang memadai, termasuk irigasi dan bantuan sarana produksi.
Langkah konkret yang sudah dilakukan Pemkab Kapuas antara lain penguatan program pertanian berbasis teknologi, peningkatan luas tanam, serta pemberdayaan kelompok tani. Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pasar bagi petani lokal agar hasil panen bisa terserap dengan baik dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi mereka.
Namun, tantangan masih ada. Beberapa petani mengeluhkan kurangnya ketersediaan pupuk subsidi serta fluktuasi harga gabah yang tidak stabil. Berintho menegaskan bahwa DPRD Kapuas akan terus mengawal kebijakan di sektor ini agar permasalahan tersebut bisa segera diatasi.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kapuas, produksi padi tahun 2024 mencapai 250 ribu ton, namun target untuk tahun 2025 ditingkatkan menjadi 300 ribu ton. Hal ini didorong oleh peningkatan lahan pertanian dan implementasi teknologi pertanian modern.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Kapuas optimistis dapat memperkuat ketahanan pangan di tahun 2025.
“Dukungan semua pihak sangat diperlukan, baik dari petani, pemerintah, maupun masyarakat. Ketahanan pangan yang kuat akan memastikan kesejahteraan bagi warga Kapuas,” tutup Berintho. (ds)












