SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati mengingatkan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat hingga berdampak terhadap perekonomian.
Hal tersebut disampaikannya setelah meninjau langsung proses penanganan karhutla di kawasan Pal 10, Jalan Tjilik Riwut, ruas Sampit–Palangka Raya. Menurut Irawati apabila karhutla tidak segera dikendalikan asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Kondisi ini tentunya juga berpotensi memengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar mengajar, sekolah terpaksa tutup dan pekerjaan masyarakat terhambat.
“Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan. Asap juga bisa mengganggu kesehatan anak-anak maupun orang dewasa, aktivitas sekolah dan kegiatan masyarakat,” kata Irawati, Rabu 22 Juli 2026.
Ia menambahkan, apabila kondisi kabut asap semakin meluas, sektor perekonomian juga dapat ikut terdampak. Masyarakat yang bekerja di luar ruangan maupun pelaku usaha dapat mengalami gangguan dalam menjalankan aktivitasnya.
Karena itu, Irawati meminta seluruh elemen masyarakat ikut berperan mencegah terjadinya karhutla. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan bersama agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Jangan sampai kebakaran ini meluas. Kita harus bersama-sama menjaga wilayah masing-masing, termasuk lahan dan kebun yang dimiliki,” katanya.
Irawati juga mengapresiasi petugas BPBD Kotim yang terus berupaya melakukan sejumlah pemadaman di lapangan. Ia berharap kebakaran dapat segera dikendalikan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. (nardi)












