PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mempercepat swasembada pangan.
Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian, yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kalteng.
Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, menyatakan bahwa keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada peran aktif penyuluh di lapangan. Menurutnya, para penyuluh, Brigade Pangan, dan petani milenial memiliki kontribusi besar dalam mendukung swasembada pangan.
“Saya memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani milenial yang telah berjuang mendukung swasembada pangan,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam dan Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, belum lama ini.
Pemprov Kalteng juga menyelaraskan program swasembada pangan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Lumbung Pangan Nasional, dan Pencegahan Stunting.
Edy menegaskan bahwa upaya ini bertujuan mengangkat harkat masyarakat, terutama petani dan nelayan, melalui Kartu Huma Betang Sejahtera.
“Program ini selaras dengan visi kami dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat, khususnya petani dan nelayan, melalui Kartu Huma Betang Sejahtera,” jelas Edy.
Selain itu, Pemprov Kalteng terus memperluas lahan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan.
Dari target cetak sawah seluas 75 ribu hektare pada tahun 2025, sekitar 63,2 ribu hektare sudah dalam tahap kontrak, sedangkan sisanya masih dalam proses realisasi.
Edy menyatakan bahwa pemerintah berupaya maksimal agar target ini dapat segera tercapai.
“Pemerintah berupaya maksimal agar target cetak sawah ini dapat terealisasi, sehingga pasokan pangan tetap terjaga,” kata Edy.
Untuk meningkatkan produktivitas, pemerintah juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian. Pada tahun 2024, telah disalurkan 180 unit alat, sementara pada periode 2024-2025 akan ada tambahan 226 unit berupa traktor tanam padi, traktor roda 4 dan 2, serta mesin pompa air.
Dengan adanya penyuluh pertanian yang aktif dan dukungan alat pertanian modern, diharapkan para petani di Kalteng dapat meningkatkan produksi pangan secara signifikan.
“Kami optimis bahwa dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, penyuluh, dan petani, target swasembada pangan di Kalteng dapat tercapai,” pungkas Edy.
(Sya'ban)












