SAMPIT – Sungai Hantipan di Kecamatan Pulau Hanaut, Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak jadi sorotan saat arus balik Idulfitri 2025. Bukan hanya macet seperti jalan raya, tapi biaya melintasinya pun bikin geleng-geleng kepala.
Saat air surut, banyak perahu klotok kandas. Alhasil, pemudik harus berganti perahu hingga tiga kali demi sampai ke tujuan. Ongkosnya? Bisa sebanding dengan tiket kapal menuju Pulau Jawa!
Devi, salah satu pemudik dari Sampit, mengaku harus tiga kali pindah perahu saat mudik lewat sungai tersebut.
“Kalau air surut, kadang harus ganti klotok tiga kali. Mulai dari klotok besar, pindah ke klotok kecil. Kalau dihitung-hitung ongkos taksinya Rp100 ribu per klotok, kalau tiga kali totalnya Rp300 ribu. Sama saja kayak tiket kapal laut dari Sampit ke Jawa,” ujarnya, Sabtu 5 April 2025.
Ia menambahkan, kemacetan di Sungai Hantipan biasa terjadi saat air surut, saat tidak ada hujan, terlebih musim kemarau.
Perahu-perahu kesulitan melintas karena sungai yang dangkal dan ada batang kayu besar didasar sungai. Waktu tempuh pun bisa molor lebih dari satu jam dari biasanya.
“Sekarang masih bisa didorong kalau kandas, harus turun dari klotok untuk mendorongnya,” tambahnya.
Kondisi ini menambah panjang daftar keluhan warga terhadap akses antarwilayah Kotim dan Katingan. Masyarakat berharap janji pemerintah untuk melakukan pengerukan sungai atau membuka akses darat bisa segera direalisasikan.
(Nardi)












