RSUD Ajak Warga Lindungi Anak dari Bahaya TBC Lewat Langsung di Poliklinik

IST/BERITA SAMPIT - Dokter Spesialis Anak RSUD , dr. Agung Hari Wibowo, Sp.A, ketika memberikan penyuluhan.

KUALA – Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis (TBC) Dunia, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala menggelar khusus bagi orang tua pasien anak. Kegiatan yang berlangsung di ruang tunggu Poliklinik Anak Rawat Jalan itu fokus membahas pentingnya terapi pencegahan TBC (TPT) pada anak yang berisiko tinggi terinfeksi penyakit menular tersebut.

Dokter Spesialis Anak RSUD , dr. Agung Hari Wibowo, bersama Tim Promosi Rumah Sakit (PKRS), memaparkan fakta mengejutkan bahwa Indonesia saat ini menempati urutan kedua dunia dalam kasus TBC. Anak-anak yang tinggal satu rumah dengan penderita TB paru disebut sebagai kelompok paling rentan, karena sistem imun mereka belum berkembang sempurna.

“Banyak orang tua tidak sadar bahwa anak-anak yang tampak sehat tapi tinggal dengan pasien TB, tetap membutuhkan terapi pencegahan. TB pada anak sering tak menunjukkan gejala khas, sehingga berisiko luput dari deteksi dini,” terang dr. Agung, Selasa 8 April 2025, dalam penyuluhan bertema Lindungi Anak dari Tuberkulosis.

Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) adalah langkah pengobatan penting untuk mencegah infeksi TB berkembang menjadi penyakit aktif. Program ini diberikan secara gratis melalui Puskesmas atau rumah sakit rujukan setelah anak menjalani skrining, dan terbukti aman serta efektif jika dikonsumsi sesuai anjuran tenaga .

Dalam penjelasannya, dr. Agung juga mengulas berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam penerapan TPT. Di antaranya minimnya pemahaman orang tua, kekhawatiran terhadap efek samping, hingga kendala akses layanan . Solusi yang ditawarkan adalah rutin, keterlibatan aktif petugas , dan pemantauan konsumsi obat secara teratur.

Di akhir sesi, dr. Agung mengajak seluruh orang tua untuk tidak menunda skrining dan segera membawa anak-anak yang pernah kontak erat dengan penderita TB ke fasilitas .

baca juga ...  Pemkab Kapuas Perkuat Ekosistem Bahasa Lewat Kolaborasi bersama Balai Bahasa Kalteng

“Jangan tunggu anak sakit. Cegah lebih awal dengan TPT, demi masa depan mereka yang lebih sehat dan terbebas dari TBC,” pungkasnya. (ds)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!