SAMPIT – Lonjakan insiden kebakaran yang terjadi selama sepekan libur Idulfitri di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Kotim, Wahito Fajriannor.
Wahito mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang belakangan marak terjadi di sejumlah wilayah. Ia menyoroti pentingnya langkah preventif, terutama saat rumah dalam keadaan kosong.
“Mengingat dalam beberapa minggu terakhir ini musibah kebakaran cukup tinggi terjadi di daerah kita, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong,” ujar politisi Demokrat ini, Rabu 9 April 2025.
Ia menekankan pentingnya memeriksa potensi pemicu kebakaran sebelum meninggalkan rumah, seperti memastikan kompor telah dimatikan dan alat-alat elektronik tidak lagi terhubung dengan aliran listrik.
“Hal-hal kecil seperti ini seringkali luput dari perhatian, padahal justru bisa menjadi pemicu kebakaran. Jadi sebelum meninggalkan rumah, pastikan semuanya dalam kondisi aman,” tegasnya.
Wahito juga mendorong pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk lebih intensif melakukan patroli serta sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat, khususnya di kawasan rawan.
Ia mengajak masyarakat turut berperan aktif dengan melaporkan potensi kebakaran atau kejadian mencurigakan, serta mengikuti arahan petugas.
“Kewaspadaan adalah langkah pertama mencegah kebakaran. Jangan remehkan hal-hal kecil yang bisa berdampak besar. Kita tidak ingin kejadian serupa terus terulang,” ungkapnya.
Sebagai bentuk empati, Wahito menyampaikan dukacita mendalam kepada warga yang menjadi korban kebakaran. Ia berharap para korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Mudah-mudahan korban yang mengalami musibah ini diberi kesabaran dan ketabahan. Semoga harta yang hilang digantikan oleh Allah SWT, dan dari peristiwa ini kita semua bisa mengambil hikmahnya,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnnya selama masa libur Idulfitri, terhitung sejak Minggu 30 Maret hingga Senin 7 April 2025, terjadi enam insiden kebakaran di wilayah Kotim yang menghanguskan belasan bangunan dan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Peristiwa pertama terjadi malam takbiran, 30 Maret 2025 pukul 23.00 WIB di Desa Lampuyang Kecil, Kecamatan Teluk Sampit.
Kebakaran kedua terjadi Rabu, 2 April 2025 pukul 11.00 WIB di Desa Parebok. Masih di hari yang sama, dua rumah di Gang Dadakan, Kelurahan Bagendang Hulu juga terbakar.
Kebakaran keempat terjadi Kamis, 3 April 2025 pukul 09.00 WIB di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu. Selanjutnya, Sabtu, 5 April 2025 kebakaran besar terjadi di Jalan Hasan Mansur, Baamang. Tiga bangunan milik Maryono hangus, termasuk rumah, toko seserahan, dan gudang kayu, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
Kebakaran terakhir terjadi Senin, 7 April 2025 pukul 16.21 WIB di kawasan warung PPM Sampit, Kecamatan MB Ketapang. Api berhasil dipadamkan sebelum meluas. (nardi)












