SAMPIT – Kasus video asusila yang diduga terjadi di salah satu barak harian di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat sorotan tajam dari DPRD Kotim. Ketua DPRD Kotim, Rimbun, secara tegas meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap video yang tengah viral tersebut.
“Terkait video viral yang diduga warga Sampit dan dilakukan di Sampit juga, hal itu kami serahkan kepada penegak hukum. Dan harus segera di usut tuntas,” kata Rimbun, Rabu, 9 April 2025.
Tak hanya meminta agar pelaku dalam video tersebut ditindak, Rimbun juga mendesak pihak kepolisian untuk menindak tegas penyebar video mesum itu, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Hukum dengan berat sesuai aturan sebagaimana UU ITE. Kami minta polisi menelusuri apa motif dan siapa saja yang terlibat dari kasus asusila ini. Kita serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian,” ujarnya
Video mesum berdurasi 5 menit 51 detik itu menyebar luas melalui aplikasi WhatsApp dan memicu kehebohan serta keresahan masyarakat.
Dalam video tersebut memperlihatkan sepasang muda-mudi tengah berhubungan layaknya pasangan suami istri di sebuah kamar yang diduga berada di kawasan kost harian di Sampit.
Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP Iyudi Hartanto, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan terhadap kebenaran video tersebut.
“Kami sedang selidiki identitas pria dan wanita dalam video serta lokasi kejadiannya,” kata Iyudi.
DPRD berharap kasus ini bisa segera ditangani secara profesional dan tuntas agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di masyarakat.
(Oktavianto)












