KIM Hadapi Era Digital: Diskominfosantik Cetak Agen Literasi Komunitas

– Kamis, 24 April 2025, suasana Hotel Neo Palma terasa berbeda. Bukan oleh gemerlap acara formal, melainkan semangat puluhan peserta dari berbagai penjuru yang berkumpul dengan satu tujuan: menjadi ujung tombak literasi informasi di tengah derasnya arus digital.

Mereka bukan pejabat, bukan pula jurnalis profesional. Mereka adalah anggota Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) wajah-wajah baru penyebar informasi yang akrab dengan warga, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan kini dibekali senjata baru: literasi digital.

Melalui bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi , para peserta diajak memahami lebih dari sekadar teknologi. Mereka dilibatkan dalam narasi besar: menciptakan ekosistem komunikasi publik yang lebih partisipatif, inklusif, dan membumi.

“KIM adalah mitra strategis pemerintah. Mereka bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga menyerap aspirasi,” ujar Kepala Diskominfosantik Kalteng, Agus Siswadi, saat membuka kegiatan.

KIM, menurut Agus, adalah kelompok yang lahir dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

Ia menjadi simpul informasi yang tak sekadar pasif menerima, tapi aktif mengolah dan menyebarluaskan informasi yang bermanfaat, terutama di pelosok-pelosok yang belum sepenuhnya terjangkau oleh media arus utama.

Peran KIM, lanjutnya, menjadi makin penting di tengah ledakan informasi digital. Sebab, tak semua informasi yang beredar membawa manfaat. Sebagian justru menyesatkan. “Diperlukan kearifan digital. Literasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” kata Agus.

Dalam sesi bimtek itu, para peserta dilatih menggunakan platform digital kemitraan, cara menyaring informasi, serta teknik dasar menyampaikan kabar dengan bahasa yang tepat sasaran.

Tujuannya tak lain: menciptakan ekosistem informasi yang sehat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

baca juga ...  Leonard Ajak HIPMI Kalteng Jadi Mitra Strategis Pemerintah Bangun Ekonomi Daerah

Lebih dari itu, pemerintah provinsi berharap KIM dapat menjadi bagian dari sistem deteksi dini terhadap isu-isu sensitif yang berkembang di masyarakat. Karena dalam jaringan sosial, suara warga sering kali lebih cepat terdengar melalui percakapan informal ketimbang laporan resmi.

Diskominfosantik menyebut KIM sebagai ‘mata dan telinga' masyarakat. Dan dalam konteks yang luas dan beragam, peran semacam itu bukan saja penting, ia vital.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!