PALANGKA RAYA — Suasana aula SMKN 4 Palangka Raya berubah jadi lautan semangat pada Senin pagi. Deretan siswa berseragam rapi memenuhi ruangan, membawa harapan dan keberanian, mencari peluang pertama mereka di dunia kerja.
Job Fair yang digelar menghadirkan 13 perusahaan dengan lebih dari 650 lowongan kerja. Di tengah keramaian stan-stan perusahaan, para siswa sibuk menyodorkan CV, memperkenalkan diri, dan menjalani wawancara. Setiap senyuman, setiap jabat tangan jadi langkah awal menapaki masa depan yang selama ini hanya mereka kenal lewat buku pelajaran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, Farid Wajdi, membuka acara tersebut dengan optimisme.
“Ini kesempatan berharga untuk para lulusan SMK/SMA/sederajat. Manfaatkan sebaik-baiknya,” kata Farid dalam sambutannya.
Job Fair ini merupakan inisiatif SMKN 4 Palangka Raya yang didukung Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah. Tujuannya sederhana namun strategis: memperpendek jarak antara ruang kelas dan dunia industri.
Farid mengingatkan pentingnya bukan hanya keterampilan teknis, tapi juga membangun karakter kuat: sopan, tangguh, dan pantang menyerah.
“Kompetensi saja tidak cukup. Dunia kerja butuh kepribadian,” katanya, di hadapan para guru dan lulusan yang tampak mendengarkan dengan saksama.
Lebih jauh, Farid menyebut acara ini sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah 2025-2030, yakni mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak dan seluruh warga Kalteng, menuju “Kalteng Berkah” dalam bingkai Indonesia Emas 2045.
Kepala Sekolah SMKN 4 Palangka Raya, Susiawanty, menggarisbawahi pentingnya inovasi pendidikan vokasi di tengah perubahan industri yang kian cepat.
“SMK bertugas bukan hanya mencetak lulusan, tapi membekali mereka untuk bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan,” ujar Susiawanty.
Setelah pembukaan, Farid bersama para pejabat sekolah dan dinas meninjau stand-stand perusahaan. Ada suasana gugup bercampur semangat di antara para pencari kerja muda itu.
Selembar lamaran, mungkin bisa menjadi awal dari perjalanan panjang menuju dunia profesional atau mungkin, sekadar satu dari banyak batu loncatan dalam jalan hidup mereka.
(Sya'ban)












