Gerindra Puji Gubernur Kalteng, Tapi Ingatkan Bahaya Ketergantungan Ekonomi pada Sektor Primer

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Jubir Fraksi Gerindra DPRD Kalteng, Wengga Febri Dwi Tananda.

– Fraksi Partai Gerindra DPRD (Kalteng) memberi apresiasi atas kinerja Gubernur dan jajaran sepanjang tahun 2024. Namun di balik pujian tersebut, Gerindra juga melempar catatan kritis: ekonomi daerah dinilai masih terlalu nyaman bergantung pada sektor primer seperti perkebunan, pertambangan, dan kehutanan.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Fraksi Gerindra, Wengga Febri Dwi Tananda, saat membacakan pandangan fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024.

“Penyampaian LKPJ ini kami pandang sebagai bagian dari perwujudan akuntabilitas publik dan komitmen terhadap prinsip transparansi dalam penyelenggaraan daerah,” ujar Wengga.

Fraksi Partai Gerindra lanjut Wengga, mengakui bahwa pelaksanaan pembangunan pada tahun 2024 menunjukkan sejumlah kemajuan yang patut diapresiasi, seperti stabilitas makro ekonomi daerah, capaian dalam bidang reformasi birokrasi, serta peningkatan pada beberapa indikator kesejahteraan masyarakat.

“Namun, kami juga mencatat adanya beberapa permasalahan mendasar yang masih menjadi tantangan serius,” katanya.

Berbagai permasalahan mendasar tersebut antara lain pada bidang ekonomi dan ketahanan pangan, Fraksi Gerindra mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 4,46% menunjukkan perbaikan, namun masih di bawah target RPJMD.

“Ketergantungan pada sektor primer seperti pertambangan dan perkebunan masih tinggi, sementara sektor industri pengolahan justru terkontraksi,” tegasnya.

Oleh karena itu Fraksi Gerindra mendorong Pemerintah Provinsi untuk meningkatkan pengembangan sektor pertanian berbasis kearifan lokal, mengoptimalkan potensi sektor perikanan dan peternakan rakyat.

Mendorong hilirisasi industri berbasis hasil pertanian, kehutanan, dan tambang untuk memberikan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru. dan mengembangkan kawasan ekonomi khusus berbasis pangan dan industri kecil menengah (IKM).

“Selain itu, kami menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan dengan memperkuat sistem logistik daerah dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.

baca juga ...  Belum Ada Tersangka, Kejati Kalteng Dalami Peran Saksi dalam Kasus Korupsi Zirkon Rp1,3 Triliun

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!