SAMPIT – Kisah hutan datang dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Muhammad Nur Assidqi Sodri, pemuda berusia 18 tahun asal Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, tercatat sebagai calon jemaah haji termuda dari daerahnya tahun ini.
Bukan tanpa alasan, keberangkatan Muhammad Nur ke Tanah Suci merupakan bentuk bakti dan cinta kepada sang ayah yang telah wafat. Ia menggantikan sang ayah dalam daftar jamaah haji, mewujudkan cita-cita mulia yang belum sempat terlaksana.
Ia akan bertolak bersama 216 jamaah calon haji lainnya pada Kamis, 15 Mei 2025, dari Banjarmasin menuju Madinah.
“Ini merupakan salah satu panggilan Allah. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini, jadi saya bersyukur bangat. Karena banyak juga orang yang secara finansial mampu, namun belum terpanggil untuk berhaji,” ungkap Muhammad Nur saat ditemui di acara pelepasan jamaah calon haji di Gesung Islamic Center Sampit, Selasa, 13 Mei 2025.
Muhammad Nur mengaku ayah dan ibunya telah mendaftar haji sejak 2013. Karena sangat ayah telah meninggal dunia. Muhammad Nur dipercaya keluarga untuk berangkat ke tanah suci.
“Saya merupakan anak pertama dalam keluarga. Jadi saya dipercaya menggantikan bapak yang telah wafat dan saya akan berangkat bersama ibu besok,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kotim Halikinnor juga memberikan sejumlah pesan untuk calon jamaah haji yang akan berangkat merupakan refleksi keimanan yang mendalam yang menanamkan kecintaan dan rasa rindu kepada Allah dan Rasulnya.
Dijelaskan juga, pemerintah daerah juga memberikan uang saku bagi calon jamaah haji.
“Kesempatan berharga ini tidak boleh disia-siakan oleh jemaah calon haji karena banyak saudara-saudari kita yang menunggu untuk dipanggil melaksanakan ibadah haji ini,” ungkap Halikinnor.
(Ibra)












