Siap Partisipasi Pada FBIM 2025 di Kota , 111 Kontingen Diikutsertakan

IST/BERITASAMPIT - Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Kabupaten , Ahmady.

KUALA KURUN – Dalam upaya meramaikan dan berpartisipasi dalam kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi , Kabupaten akan mengirimkan 111 kontingen.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kota tersebut akan dijadwalkan pada pada 17 Mei 2025 di Stadion Tuah Pahoe, Jalan Tjilik Riwut KM 5. Dimana hal ini disampaikan Kepala Bidang  Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten , Ahmady

“Keikutsertaan Kabupaten dalam FBIM tahun ini mengacu pada Surat Gubernur Nomor 556/18.a/I/Disbudpar, tertanggal 31 Januari 2025, tentang pelaksanaan dan partisipasi kabupaten/kota dalam Festival Budaya Isen Mulang 2025,” ungkapnya, Kamis 14 Mei 2025.

Menindaklanjuti surat tersebut kata dia, Bupati telah mengeluarkan keputusan resmi tentang pembentukan kontingen Kabupaten untuk mengikuti ajang budaya bergengsi tersebut.

FBIM tahun 2025 ini, kontingen akan mengikuti 11 mata lomba, yaitu, Parade Karnaval Budaya, Tari Daerah, Karungut, Permainan Rakyat Habayang dan Balugo, Atraksi Seni Lawang Sakepeng, Lomba Manyipet, Kuliner Tradisional Pangonan Cukup Simpan, Manjawet Uwei, Lukis Ornamen Talawang, Pemilihan Jagau dan Bawi Nyai .

Untuk menunjang kenyamanan dan kesiapan selama pelaksanaan kegiatan, seluruh kontingen akan menginap di Asrama Haji , yang telah ditetapkan sebagai lokasi pemondokan resmi.

“Kita berharap, kontingen Kabupaten dapat berperan aktif dan menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap mata lomba. Ini adalah momentum penting untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah kita,” harap Ahmady.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa, pihaknya berharap kontingen dapat mempertahankan prestasi juara yang telah diraih pada tahun sebelumnya, sekaligus meningkatkan kualitas penampilan di berbagai cabang lomba yang diikuti.

baca juga ...  Polisi Bekuk Terduga Pengedar Sabu di Rungan

Festival Budaya Isen Mulang merupakan agenda rutin Pemerintah Provinsi yang menjadi ajang pelestarian seni, budaya, dan tradisi lokal masyarakat Dayak, serta sebagai wadah silaturahmi budaya antar-kabupaten/kota di provinsi ini. (ale)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!