PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran kembali mengumpulkan seluruh pejabat eselon II hingga pengawas di lingkungan Pemprov Kalteng, Rabu pagi, 14 Mei 2025.
Tak ada seremoni. Hanya satu pesan yang ditegaskan: sisa waktu program 100 hari kian sempit, dan seluruh perangkat daerah harus berpacu menyelesaikannya.
“Program 100 hari ini tinggal menghitung minggu. Semua harus bergerak cepat dan tuntas,” kata Agustiar di Aula Jayang Tingang, lantai dua Kantor Gubernur Kalteng.
Program kerja cepat ini merupakan bagian dari konsolidasi awal Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng periode 2025-2030.
Ada delapan program prioritas yang menjadi fokus kebut, mulai dari penataan ulang struktur organisasi perangkat daerah, hingga pematangan Kartu Huma Betang Sejahtera, sistem bantuan sosial berbasis data terpadu untuk masyarakat pedalaman.
“Tahun ini harus selesai tahap verifikasi. Tahun depan harus jalan,” tegas Agustiar.
Program strategis lain yang dikejar penyelesaiannya termasuk pembangunan infrastruktur jalan Palangka Raya-Kuala Kurun, penguatan akses listrik dan internet pedalaman, serta pengendalian bencana seperti karhutla dan banjir.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menambahkan bahwa sebagian besar target telah tercapai.
Di antaranya, sinkronisasi program antar kabupaten/kota dengan prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Lumbung Pangan, dan penurunan stunting.
“Kita tinggal kawal eksekusinya sampai benar-benar efektif di masyarakat,” ujar Leonard.
Namun di balik maraton kerja 100 hari ini, Gubernur juga mengingatkan agar tiap kepala perangkat daerah tidak mengabaikan hal-hal mendasar: kualitas pelayanan publik, efisiensi anggaran, serta tindak lanjut terhadap temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terutama menyangkut aset dan penganggaran.
“Ini bukan hanya lomba target. Ini tentang menata ulang fondasi birokrasi kita, agar betul-betul siap menuju Kalteng yang lebih berkah dan bermartabat,” ucap Agustiar menutup arahannya.
Dengan waktu yang makin menipis, birokrasi Kalteng kini tengah berpacu: bukan hanya dengan kalender, tetapi juga dengan ekspektasi masyarakat.
(Sya'ban)












