KUALA KURUN – Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan pengaturan lalu lintas angkutan hasil perkebunan, kehutanan, dan pertambangan pada ruas jalan Palangka Raya – Bukit Liti – Bawan – Kuala Kurun yang menjadi jalur angkutan komoditas.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, pada Kamis 15 Mei 2025.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menegaskan bahwa, masih adanya pihak swasta yang abai terhadap kondisi jalan, padahal mereka turut menyebabkan kerusakan akibat aktivitas kendaraan berat.
“Perusahaan yang menggunakan jalan ini juga harus bertanggung jawab, jangan hanya memanfaatkan, tapi tidak mau ikut memperbaiki,” ungkapnya.
Dirinya juga menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar menutup sementara akses mobilisasi perusahaan di kawasan tersebut jika terbukti masih tidak kooperatif atau tidak memberikan kontribusi terhadap perbaikan jalan.
Pemprov Kalteng sendiri dalam usahanya mengatasi kerusakan jalan di ruas Palangka Raya – Kuala Kurun mengambil beberapa langkah strategis, yaitu untuk jangka pendek, kendaraan yang melintasi jalur tersebut kini dibatasi hanya untuk kendaraan dengan berat maksimal 10 ton.
Sedangkan, untuk jangka panjang, Pemprov Kalteng tengah mempersiapkan pembangunan jalan khusus perusahaan dari Simpang Tengkong menuju Mengkutup, yang akan menjadi koridor tersendiri bagi kendaraan angkutan berat milik perusahaan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong Menegaskan bahwa, jangan sampai pelaku usaha yang mengatur pemerintah, sehingga perlu adanya ketegasan dari pihak pemerintah.
“Kami sudah melakukan upaya dari tahun 2022, kami juga sudah mengirim surat pada Gubernur pada waktu itu. Ada tiga hal yang kami sampaikan solusinya, yaitu dengan memperbaiki jalan yang ada dan melakukan pengawasan agar kendaraan yang lewat tidak ODOL (Over Dimension and Over Load),” jelasnya.
Kemudian kata dia, untuk yang kedua terkait dengan peningkatan kelas jalan agar bisa dilalui, dan yang ketiga adalah pembuatan jalan khusus bagi angkutan PBS yang beroperasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur karena telah mengundang Pemkab Gunung Mas dan pelaku usaha yang ada di Kabupaten Gunung Mas. Hal ini memang membutuhkan komitmen kita bersama, apabila kita sepakat maka hari ini pun bisa dilaksanakan,” tutup Jaya Samaya Monong. (ale)












