SAMPIT – Warga Kota Sampit mulai angkat suara terkait memburuknya kondisi fasilitas publik, khususnya di kawasan pasar yang dinilai semakin memprihatinkan. Sorotan utama tertuju pada akses jalan menuju Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) yang mengalami kerusakan cukup parah.
Kondisi ini memicu kekecewaaan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), yang dinilai kurang responsif dalam menangani persoalan infrastruktur vital. Mereka menilai, perhatian terhadap sektor perdagangan justru kian merosot, padahal pasar merupakan denyut nadi perekonomian rakyat.
Hendra, salah satu warga yang vokal menyampaikan keluhannya, menilai instansi terkait, terutama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), seolah tidak serius dalam menyikapi persoalan ini.
“Saya merasa Disperindag Kotim, tidak terlalu serius untuk meningkatkan kualitas pelayanan di PPM ini, dapat dilihat beberapa fasilitas tidak ada perubahan sama sekali,” ujarnya Minggu, 18 Mei 2025.
Dirinya juga mengaku akses jalan pasar merupakan salah satu dari sekian banyak fasilitas publik yang tidak ada atensi khusus dari pemerintah daerah.
“Masih banyak persoalan yang dialami oleh kami, jalan pasar merupakan salah satunya,” singkatnya.
Belum lagi persoalan kondisi gedung pasar yang sudah mengalami beberapa kerusakan pada bagian atapnya sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman untuk pelanggan.
“Penerangan dan kebersihan juga menjadi salah satu dari sekian banyak fasilitas yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam pengelolaan pasar sehingga membuat lingkungan pasar tetap terlihat rapi,” demikianya.
(Sattar)












