Puruk Cahu – Perempuan bukan lagi sekadar pelengkap dalam pembangunan daerah, melainkan menjadi kekuatan strategis yang tak tergantikan. Hal ini ditegaskan Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, yang menilai kontribusi perempuan telah menjangkau berbagai lini pembangunan—dari rumah tangga hingga panggung politik.
“Perempuan hadir bukan hanya sebagai pendamping, tapi juga penggerak. Kita bisa lihat, suksesnya berbagai program Pemkab Murung Raya juga tak lepas dari peran aktif perempuan,” ungkap Dina, yang juga istri Wakil Bupati Mura, Jumat (23/5).
Menurutnya, peran perempuan saat ini semakin meluas. Tak hanya di lingkup domestik, tapi juga aktif di sektor ekonomi, pertanian, peternakan, hingga industri. Mereka turut menggerakkan perekonomian dari level terbawah dengan semangat dan kemandirian tinggi.
“Perempuan bekerja di kantor, di sawah, di pasar, bahkan di medan yang dulu dianggap hanya milik laki-laki. Mereka bukan hanya tulang rusuk, tapi juga tulang punggung,” tambahnya dengan penuh semangat.
Dalam momentum Hari Perempuan Internasional, Dina menyerukan agar perempuan diberikan ruang yang lebih luas untuk berkembang. Ia juga menekankan pentingnya penghentian segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.
“Sudah saatnya kita bersuara lebih lantang: perempuan tidak lemah! Kita bisa berkarya, memimpin, dan menjadi motor perubahan. Ini waktunya perempuan tampil, bukan mundur!” pungkasnya.












