SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki memimpin apel gabungan kesiapsiagaan cegah kebakaran hutan dan lahan di halaman Kantor Bupati setempat, Kamis 5 Juni 2025.
Masduki menjelaskan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat Sukamara hampir setiap tahun adalah kebakaran hutan dan lahan.
Dalam rangka menindaklanjuti himbauan gubernur Kalteng dan hasil analisa BMKG, untuk menghadapi puncak kekeringan pada Juni hingga September 2025, perlu menetapkan status siaga karhutla dan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan dini dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah khususnya di wilayah Kabupaten Sukamara.
“Berdasarkan laporan penanganan kejadian karhutla pada awal Januari hingga Mei 2025 terdapat sembilan kejadian karhutla, dengan jumlah luasan terbakar sebesar tujuh haktare, berhasil dipadamkan sejumlah 4,1 haktare,” kata Masduki usai memimpin apel gabungan kesiapsiagaan cegah karhutla.
Dijelaskannya, pada Desember 2024 telah terjadi kebakaran sebesar 202,94 haktare. telah mengalami penurunan sebesar 150,34 haktare.
Berdasarkan laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kualitas udara pada 3 Juni 2025 di Stasiun Palangka Raya sebesar 58, dengan kriteria tingkat kualitas udara yang sedang, artinya kualitas udara masih baik dan tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan dan tumbuhan.
“Yang menjadi perhatian kita bersama bahwa berdasarkan angka kejadian pada Desember 2024 angka kejadian kebakaran hutan dan lahan masih sangat tinggi yaitu sebesar 202,94 haktare, maka perlu mengambil langkah-langkah konkrit seperti tim satgas yang tergabung dalam penanggulangan bencana khususnya bencana karhutla agar selalu tetap waspada dan lebih mengoptimalkan patroli terpadu secara rutin pada daerah rawan terjadi karhutla. Kemudian BPBD Sukamara segera melaksanakan rakor terpadu apabila terjadi peningkatan kejadian karhutla,” tukasnya. (enn)












