PALANGKA RAYA – Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Kalimantan Tengah periode 2016-2025, H. Sugianto Sabran tidak banyak tampil di ruang publik.
Namun kabar baik datang dari sang istri, Yulistra Ivo Sugianto Sabran, yang memastikan bahwa kondisi Sugianto saat ini dalam keadaan sehat dan tetap mengikuti perkembangan daerah.
“Alhamdulillah, Pak Sugianto kabarnya baik. Beliau titip salam untuk semuanya, terutama mahasiswa,” ucap Ivo kepada awak media usai menyerahkan hewan kurban secara simbolis ke Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Kamis sore, 5 Juni 2025.
Meski tidak lagi menjabat, Sugianto Sabran tetap menunjukkan perhatian dan komitmennya terhadap masyarakat Kalteng.
Salah satunya, dengan menyalurkan satu ekor sapi kurban berbobot sekitar 600 kilogram kepada UIN Palangka Raya. Bantuan diserahkan atas nama pribadi Sugianto, dan disalurkan melalui istrinya.
“Ini atas nama Bapak Sugianto Sabran, khusus untuk UIN Palangka Raya. Kalau di Palangka Raya, hanya ke sini (UIN), karena ini kampus Islam negeri satu-satunya,” ujar Ivo.
Ia menambahkan, sapi kurban yang diberikan dibeli langsung dari peternak lokal di Tangkiling, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kita memang memberdayakan peternak lokal. Sapinya lokalan saja, beratnya antara 600 sampai 800 kilogram,” jelasnya.
Penyerahan hewan kurban ini menjadi bukti bahwa peran sosial Sugianto Sabran belum berhenti meski masa jabatan gubernurnya telah usai.
Di mata sebagian masyarakat, ia tetap dipandang sebagai tokoh yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan lokal.
Rektor UIN Palangka Raya, Ahmad Dakhoir, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.
Ia menyebut bahwa perhatian dari tokoh daerah, apalagi yang pernah menjabat kepala daerah, sangat berarti bagi perguruan tinggi.
“Bantuan ini bukan sekadar daging kurban, tapi simbol bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas, bahkan setelah seseorang tidak lagi menjabat. Kami berterima kasih atas perhatian yang terus diberikan,” kata Rektor.
Penyerahan sapi kurban juga dirangkai dengan kegiatan “Jalan Sore” bersama civitas kampus dan masyarakat sekitar, sebagai bentuk penyambung silaturahmi dan rasa kebersamaan menjelang Hari Raya Idul Adha.
(Sya'ban)












