LAMANDAU – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan formula khusus untuk menekan harga bahan pokok. Salah satunya dengan memutus rantai pasok (supply chain) yang selama ini membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi di tingkat konsumen.
“Kita sudah siapkan formulanya bagaimana memutus supply chain supaya harga-harga bahan pokok di Kabupaten Lamandau bisa terjangkau,” ujar Rizky, Selasa, 10 juni 2025.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berbelanja di pasar-pasar tradisional demi menggerakkan ekonomi lokal.
“Untuk itu, ayo masyarakat Lamandau, kita belanja di pasar-pasar tradisional. Kita sama-sama tingkatkan perekonomian daerah kita,” ajaknya.
Namun ajakan ini menuai respons beragam dari masyarakat. Sebagian warga mendukung langkah tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang mengeluhkan kondisi pasar induk yang masih sepi dan kurang diminati.
“Saya setuju dengan imbauan pak bupati, tapi kalau pasarnya sepi, pedagangnya belum lengkap, ya susah juga mau belanja di sana,” kata Rina, warga Nanga Bulik.
Sementara itu, warga lainnya, Ahmad, menilai kebijakan ini positif selama ada dukungan nyata dari pemerintah.
“Kalau pemerintah serius dorong masyarakat belanja di pasar tradisional, harus ada insentif buat pedagang, promosi, dan perbaikan fasilitas. Jangan cuma himbauan saja,” ujarnya.
Diketahui, Pasar Induk Nanga Bulik yang sempat dibuka beberapa waktu lalu masih belum beroperasi secara maksimal. Banyak lapak terlihat kosong dan pengunjung yang datang pun belum stabil. (andre)












