LAMANDAU – Suasana duka menyelimuti wilayah Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, setelah insiden tenggelamnya seorang pekerja tambang pasir berakhir tragis. Lasmirin (28), pria muda yang sehari-hari bekerja di sekitar Sungai Bulik, ditemukan tak bernyawa setelah sembilan jam pencarian oleh tim gabungan.
Korban ditemukan sekitar pukul 17.10 WIB, hanya 100 meter dari lokasi ia pertama kali dilaporkan tenggelam. Jasadnya tersangkut di dekat keramba ikan milik warga di RT 08, Kelurahan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik.
Lasmirin diketahui sebagai karyawan swasta di lokasi penambangan pasir yang berada tidak jauh dari sungai. Diduga kuat ia tergelincir dan terseret arus sungai yang cukup deras saat menjalankan aktivitasnya.
“Korban ditemukan oleh tim gabungan di sekitar keramba ikan, tidak jauh dari lokasi penambangan,” ujar Lukius, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lamandau.
Tim pencarian yang terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, dan warga setempat memulai pencarian sejak pukul 08.00 WIB. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu dan alat bantu pencarian lainnya.
Begitu ditemukan, jenazah Lasmirin langsung dievakuasi ke RSUD Lamandau untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian dari Polres Lamandau menyebut masih menunggu keputusan keluarga terkait kemungkinan dilakukannya autopsi.
“Jika pihak keluarga menolak autopsi, akan dibuatkan surat pernyataan resmi,” kata seorang petugas di lokasi.
Lasmirin diketahui berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Ia lahir pada 15 Februari 1997 dan berdomisili di Dusun Mayang, Desa Hargo Mulyo, Kecamatan Kedawan.
Pihak BPBD dan aparat berharap ke depan ada peningkatan standar keselamatan kerja serta pengawasan lebih ketat di sekitar area tambang dan perairan terbuka.
(Andre)












