GUNUNG MAS – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh masyarakat, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.
Hal itu ditegaskan saat kunjungan kerja ke Kabupaten Gunung Mas, Sabtu, 21 Juni 2025, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 kabupaten tersebut.
Berbicara langsung di hadapan para guru, siswa, dan orang tua dalam acara ramah tamah di SMAN 1 Kuala Kurun, Gubernur Agustiar menyampaikan pesan penting bahwa pendidikan harus sepenuhnya gratis, dan meminta masyarakat melapor jika ada kasus penahanan ijazah oleh sekolah.
“Kami hadir bukan untuk kelompok tertentu, tapi untuk seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Dari desa hingga kota, semua anak wajib sekolah, dan harus gratis,” tegas Agustiar.
“Kalau ada guru atau kepala sekolah yang menahan ijazah, laporkan langsung ke saya!” lanjutnya.
Menegaskan keberpihakan Pemprov terhadap pembangunan sumber daya manusia, Gubernur Agustiar bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo juga menyoroti program unggulan pendidikan tinggi bernama “Satu Keluarga, Satu Sarjana”.
Melalui program ini, Pemprov Kalteng bekerja sama dengan 32 universitas di Kalteng untuk memastikan setiap keluarga di Kalteng memiliki minimal satu anggota yang lulus sarjana.
“Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang putus sekolah karena tidak mampu bayar kuliah. Pemerintah hadir membiayai dan mendukung,” ujar Edy Pratowo.
Program ini menjadi langkah strategis Pemprov untuk membangun generasi muda yang unggul dan siap bersaing dalam dunia kerja serta pembangunan daerah.
Kunjungan Gubernur juga dirangkaikan dengan pembukaan Pasar Murah, di mana sebanyak 4.000 paket sembako dibagikan secara gratis.
Meski awalnya disubsidi sehingga cukup ditebus Rp15.000, Agustiar mengambil keputusan untuk membagikannya tanpa pungutan apa pun kepada masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan juga dibarengi dengan jaminan kesejahteraan ekonomi, khususnya untuk keluarga kurang mampu.
“Tidak cukup anak disuruh sekolah, tapi perut keluarganya kosong. Maka negara harus hadir. Kita pastikan rakyat makan, dan anak-anak tetap bisa belajar,” kata Gubernur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, Wakil Bupati Efrensia LP Umbing, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng Herson B. Aden, serta sejumlah pejabat Pemprov, Forkopimda Gunung Mas, dan tokoh masyarakat.
(Sya'ban)












