Mina Irawati Apresiasi Dinkes Gelar Sosialisasi Pencegahan-Deteksi Dini Kanker Serviks

IST/BERITASAMPIT - Anggota Komisi A dari Fraksi PDIP Mina Irawati, saat menyampaikan sambutan pada acara sosialisai deteksi dini kanker leher rahim dengan metode HPV DNA.

PANGKALAN BUN – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengapresiasi langkah yang di lakukan Dinas Kobar dengan memberikan sosialisasi deteksi dini kanker leher rahim dengan metode HPV DNA.

Anggota Komisi A dari Fraksi PDIP Mina Irawati menyampaikan, kegiatan sosialisasi tersebut sebagai upaya menekan angka kematian akibat kanker serviks, mengingat di Indonesia angka kematian akibat kanker serviks sangat tinggi.

Menurut Mina Irawati, sosialisasi metode baru pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit tersebut, terutama pada wanita usia subur, serta melalui sosialisasi ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan dini untuk pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.

“Dengan kita melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim ini diharapkan dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi angka kematian akibat kanker serviks, apalagi dengan metode HPV DNA yang merupakan tes diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan DNA dari HPV dalam sampel sel yang diambil dari serviks,  dimana tes ini dapat mengidentifikasi jenis HPV yang berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks,” ucapnya, Rabu 25 Juni 2025.

Mina berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan informasi yang diberikan melalui sosialisasi tersebut, dan dari sosialisasi itu masyarakat untuk lebih peduli terhadap reproduksi, serta melakukan langkah langkah pencegahan yang tepat .

“Kami mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan kegiatan sosialisasi serta penyediaan fasilitas yang memadai untuk penanganan kanker serviks ini, termasuk juga pemerintah diharapkan juga berupaya mempercepat eliminasi kanker serviks melalui berbagai program yang salah satunya melakukan skrining seta imunisasi HPV,” ujarnya.

Menurut Politisi PDIP ini, berdasarkan data di Indonesia kanker leher rahim dan kanker payudara menjadi dua kanker terbanyak, dengan jumlah kasusnya 65.858 atau 16,6 persen untuk kanker payudara dan 36.633 untuk kanker leher rahim. Akan tetapi dengan kemajuan teknologi, 30 sampai 50 persen kematian akibat kanker masih bisa dapat dicegah dengan menghindari faktor resiko dan melakukan deteksi dini secara berkala. (man)

baca juga ...  Mulyadin: Akhir Masa Persidangan I sebagai Tolak Ukur Dimulainya Kinerja DPRD Kobar
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!