JAKARTA– Anggota Komisi VIII DPR RI Alimudin Kolatlena menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya tiga jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Ketiga jemaah yang dilaporkan hilang adalah Nurimah (80 tahun) dari kelompok terbang 19 Embarkasi Palembang, Sukardi (67 tahun) dari kelompok terbang 79 Embarkasi Surabaya, dan satu jemaah lainnya yang identitasnya belum dirilis.
Ketiganya diduga mengalami disorientasi akibat kondisi kesehatan lansia dan riwayat demensia.
Politisi Gerindra Dapil Maluku ini menegaskan bahwa kejadian tersebut mencerminkan kelemahan dalam sistem pengawasan jemaah haji oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Tiga jemaah hilang adalah sinyal bahwa pengawasan jemaah, terutama lansia, harus diperketat,” tutur Kolatlena, Rabu 2 Juli 2025.
Komisi VIII DPR RI mendesak Kementerian Agama untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendampingan dan pengawasan.
“Saya berharap pencarian harus dilakukan maksimal, termasuk di area Masjidil Haram dan pemondokan sekitar Mekkah,” kata Kolatlena.
Meski demikian, Kolatlena mengimbau keluarga jemaah yang hilang untuk tetap tenang dan berdoa.
“Kami memahami kekhawatiran keluarga. Pemerintah Indonesia, bersama otoritas Saudi, sedang bekerja keras untuk menemukan mereka. Semoga para jemaah segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas Alimudin Kolatlena.
Hingga kini, pencarian masih berlangsung dengan melibatkan tim PPIH, otoritas setempat, dan relawan di Mekkah. Komisi VIII DPR RI akan terus memantau dan mendorong langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Diketahui, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal juga telah menyoroti kasus hilangnya 3 anggota jemaah haji di Arab Saudi.
Ia menyebutkan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI akan mengevaluasi pelaksanaan haji 2025 secara menyeluruh pekan depan.
Cucun juga meminta Kemenag mencari 3 anggota jemaah yang hilang di Arab Saudi. la berharap ketiga orang itu dalam kondisi aman dan sehat.
“Kita sampaikan kepada pemerintah terutama kementerian agama yang masih bertanggung jawab mengurus jemaah haji. Harus memastikan jemaah ini bisa ditemukan kalau masih hidup,” ujar Cucun.
(Adista)












