PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran TNI-Polri untuk menjaga ketertiban dan keamanan menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Barito Utara.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara ramah tamah bersama Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael dan jajaran prajurit Kodim 1013/Muara Teweh, Selasa, 8 Juli 2025.
Gubernur menekankan pentingnya peran semua pihak dalam memastikan PSU berjalan aman, nyaman, dan tertib, sekaligus bebas dari praktik politik uang dan kampanye hitam.
“Semoga pelaksanaan PSU di Barito Utara dapat berjalan dengan baik dan lancar, tanpa kendala. Semua itu tentu hanya bisa terwujud dengan adanya kolaborasi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen bangsa,” tegas.
Ia juga mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan sikap legowo dari para kontestan politik.
“Jangan ada money politic, black campaign jangan. Dan nanti untuk para pasangan calon, harus siap kalah. Kalau semua ingin menang, tidak akan pernah selesai. Ini untuk menjaga martabat demokrasi kita,” ujarnya.
Selain menekankan integritas demokrasi, Gubernur mengapresiasi sinergisitas yang ditunjukkan pimpinan daerah dan aparat keamanan di Barito Utara.
“Kebersamaan ini sangat penting, apalagi menjelang PSU. Saya percaya melalui koordinasi yang baik, kita bisa menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran PSU, Pemerintah Provinsi Kalteng telah menyiapkan dana cadangan sebesar Rp1,5 miliar melalui APBD 2025 untuk membantu logistik dan teknis lapangan.
“Kita (Pemprov) sudah siapkan hampir Rp1,5 miliar. Ini sebagai back up terhadap dana dari Barito Utara,”jelas Plt. Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung, beberapa waktu lalu.
Leonard juga mengingatkan tentang netralitas ASN, khususnya karena salah satu calon dalam PSU merupakan birokrat aktif.
“Dukungan itu tempatnya di bilik suara. Tapi sebagai ASN, netralitas wajib dijaga,” tegasnya.
PSU di Barito Utara merupakan tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pemungutan suara ulang di seluruh TPS se-kabupaten.
MK juga mendiskualifikasi dua pasangan calon sebelumnya karena terbukti melakukan politik uang, dan kini dua kandidat baru telah ditetapkan: Shalahuddin-Felix (nomor urut 1) dan Jimmy-Indri (nomor urut 2).
Gubernur berharap, dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, penyelenggara pemilu, dan masyarakat, PSU dapat menjadi momentum memperkuat demokrasi di Barito Utara.
“Mari kita jaga Kalteng agar tetap damai. PSU ini harus jadi ajang pembuktian bahwa demokrasi kita dewasa dan bermartabat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












