SAMPIT – Konflik lama soal kepemilikan tanah strategis di Jalan Jenderal Sudirman Km 1,1 Sampit, tepat di samping mal, kembali memanas, Kamis 10 Juli 2025. Lahan seluas 21.000 meter persegi yang telah berstatus inkrah itu kembali menjadi ajang adu tensi antara dua pihak: Hosea Sanjaya dan Hodlan.
Ketegangan bermula saat pihak Hosea Sanjaya mengerahkan alat berat ke lokasi. Mereka berencana merobohkan portal yang selama ini dipasang pihak Hodlan. Aksi itu langsung ditahan oleh Hendi, perwakilan Hodlan, yang meminta agar portal tetap berdiri hingga persoalan benar-benar selesai.
Pihak perwakilan dari hodland yang bernama, Hendi menahan mereka untuk tidak merobohkan portal tersebut karena masalah belum jelas, pihak Hodlan mempersilahlan untuk alat masuk tetapi jangan ada aktivitas di dalam.
“Jangan robohkan portal ini sebelum masalah selesai, hargai kami yang jaga di sini, kami persilahkan alat masuk tapi jangan ada aktivitas di dalam,” ucap Hendi.
Seorang pria yang bernama, Ari Bintara yang mengaku sebagai direksi PT Kahayan mengatakan bahwa Pihak Hodlan tidak memiliki dasar untuk menahan alat mereka, dan alat akan beroperasi kembali.
“Kita nggak tau kenapa di tahan tapi yang pasti nggak ada dasar mereka untuk menahan alat berat itu,” kata Ari.
(UTOMO)












