PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui keterlibatan aktif dalam Program Penanaman Jagung Serentak Nasional 1 Juta Hektare. Wakil Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Jayadikarta, hadir langsung dalam kegiatan penanaman di wilayah Sungai Buluh, Kelurahan Kalawa, Kecamatan Kahayan Hilir, pada Kamis 10 Juli 2025.
Program yang digagas oleh Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan diikuti secara nasional melalui Zoom Meeting. Tak hanya simbolis, kegiatan ini menandai semangat kolaboratif antara aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga kelompok tani dalam memperkuat kemandirian pangan.
Kabupaten Pulang Pisau sendiri mendapat alokasi seluas 35,5 hektare untuk pelaksanaan program tersebut. Wabup Jayadikarta menyambut baik kepercayaan itu dan mengajak masyarakat, khususnya para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), agar mendukung dan terlibat langsung dalam penanaman jagung.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Bapak Kapolri. Ini bukan sekadar menanam, tapi bagian dari membangun ketahanan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang,” tutur Jayadi dalam keterangannya.
Ia menambahkan, dengan keterlibatan petani lokal dalam program ini, diharapkan roda perekonomian desa ikut bergerak. Tanaman jagung menjadi salah satu komoditas strategis yang bisa mendorong nilai tambah bagi petani serta mendukung ketersediaan pangan domestik.
Di tingkat provinsi, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan menegaskan bahwa program ketahanan pangan telah menjadi salah satu prioritas utama Polda Kalteng. Menurutnya, Polri ingin menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat, tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga kesejahteraan.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari pertahanan nasional. Melalui sinergi ini, kita ingin membuktikan bahwa stabilitas negara bukan hanya urusan senjata, tapi juga soal perut rakyat,” tegas Irjen Iwan.
Kapolda juga menekankan pentingnya keterpaduan peran antara TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat dalam memastikan keberlanjutan program ini. Ia berharap keberhasilan penanaman jagung serentak ini bisa menjadi model sinergi di sektor pertanian lainnya. (ds)












