Upaya Hidupkan Semangat Membaca, Disarpustaka Salurkan 12 Ribu Buku ke Sejumlah

IST/BERITASAMPIT - 12 ribu eksemplar buku disalurkan Disarpustaka Kabupaten ke sejumlah dan rumah ibadah penerima manfaat.

KUALA – Sebanyak 12 ribu eksemplar buku disalurkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kabupaten ke sejumlah dan rumah ibadah. Langkah ini menjadi wujud nyata dari upaya membumikan literasi hingga ke akar rumput, sekaligus menjadikan rumah ibadah sebagai pusat pembelajaran masyarakat.

Kepala Disarpustaka , Aswan, mengungkapkan bahwa buku-buku tersebut merupakan bantuan dari Perpustakaan Republik Indonesia (Perpusnas) yang difokuskan untuk mendukung program Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). “Ini bukan sekadar penyaluran buku, tapi upaya membangun budaya baca yang merata dan berdampak,” ujar Aswan, Minggu 13 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa bantuan ini menyasar wilayah-wilayah yang akses terhadap bahan bacaan masih terbatas. Dengan demikian, masyarakat , termasuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, dapat menikmati bahan bacaan yang variatif dan edukatif.

Buku-buku yang dibagikan mencakup tema luas, mulai dari pendidikan, pertanian, kewirausahaan, hingga . “Kami ingin masyarakat tidak hanya membaca untuk , tapi juga mendapatkan pengetahuan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Yang menarik, penyaluran buku ke rumah ibadah menjadi salah satu strategi penting. Menurut Aswan, rumah ibadah merupakan titik temu sosial yang potensial untuk mendorong interaksi literasi. “Bisa untuk diskusi buku, pelatihan keterampilan, atau membaca bersama. Ini pendekatan berbasis kultural yang sangat kuat,” ungkapnya.

Lebih dari itu, program literasi ini juga selaras dengan visi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan berdaya saing. Pemerintah daerah melalui Disarpustaka ingin menjadikan literasi sebagai fondasi dalam menciptakan masyarakat inklusif, produktif, dan kritis.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran buku di wilayah pelosok bukan semata urusan distribusi, tetapi tentang keadilan pengetahuan. “Setiap warga berhak mendapat akses yang sama terhadap informasi dan pendidikan, di mana pun mereka berada,” katanya.

baca juga ...  Pemkab Kapuas Dorong Penguatan Kelembagaan Hindu Kaharingan Lewat Musda III MD-AHK

Disarpustaka berharap langkah ini menjadi pemicu tumbuhnya inisiatif literasi lokal di seluruh kecamatan dan . Dengan begitu, perpustakaan dan rumah ibadah tidak lagi sekadar simbol, tetapi menjadi ruang hidup untuk tumbuh bersama melalui buku dan pengetahuan. (ds)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!