Rapat Monitoring Situasi Terkini Penanganan Karhutla, Gubernur Kalteng Pastikan Kondisi Masih dalam Batas Terkendali

IST/BERITASAMPIT - Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran saat menyampaikan laporan penanganan karhutla di Prov. Kalteng pada Rapat Monitoring Situasi Terkini Penanganan Karhutla di beberapa wilayah Indonesia Tahun 2025.

– Gubernur (Kalteng), H. Agustiar Sabran, memastikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya masih dalam batas terkendali, meskipun titik panas terus bertambah seiring puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2025.

Penegasan itu ia sampaikan saat mengikuti Rapat Monitoring Situasi Terkini Penanganan Karhutla secara virtual dari ruang kerjanya di , Senin 28 Juli 2025.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto.

, didukung penuh oleh Forkopimda Provinsi, Forkopimda Kabupaten/Kota se-Kalteng, serta seluruh elemen masyarakat, berkomitmen memperkuat mekanisme rutin pengendalian Karhutla melalui pembentukan Satgas Pengendali Karhutla Provinsi dan pengaktifan Posko serta Pos Lapangan,” ucapnya.

Bila evaluasi mingguan menunjukkan eskalasi karhutla yang signifikan, Pemprov siap menetapkan status darurat dan meminta bantuan operasi udara dari BNPB.

“Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI), sepanjang Juli 2025, Kalteng mencatat 1.326 hotspot—setara 2,09 persen dari total 63.559 titik api ,” tambahnya.

Angka itu meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya, tetapi belum menyebabkan penyebaran api yang meluas.

“Pola penanganan difokuskan pada pemadaman dalam satu hari terhadap setiap kejadian kebakaran,” lanjutnya.

Luas lahan yang terbakar di Kalteng juga meningkat, namun masih tergolong kecil. Data Kementerian LHK mencatat 146,21 hektare lahan hangus, atau sekitar 1,70 persen dari total luas Karhutla yang mencapai 8.594,49 hektare.

“Menariknya, sebaran asap di Kalteng nihil. Data citra menunjukkan tak ada kepulan asap signifikan di wilayah ini, sebuah indikasi bahwa langkah antisipatif Satgas dan Poslap di lapangan cukup efektif,” tuturnya.

baca juga ...  Gubernur Agustiar Sabran: Lulusan UIN Palangka Raya Harus Jadi SDM Unggul dan Berkontribusi bagi Daerah

Untuk mengantisipasi penyebaran, Pemprov mengaktifkan 77 Pos Lapangan di 52 kecamatan berisiko tinggi sejak 11 Juni hingga 8 Oktober 2025. Poslap ini bertugas melakukan patroli rutin, ke masyarakat, pengecekan sumur bor, embung air, serta pembasahan wilayah rawan dan pemadaman dini.

“Sebanyak 697 personel gabungan terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) diturunkan ke lapangan. Mereka tergabung dalam 17 regu Pos Komando dan 77 regu Pos Lapangan, lengkap dengan peralatan dan alat pelindung diri,” urainya.

Meski pengendalian masih berjalan baik, meminta tambahan dukungan dari pemerintah pusat. Yakni mengusulkan 6 unit helikopter water bombing, 2 unit helikopter patroli, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Tak hanya itu, mengajukan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) agar bisa segera dimanfaatkan, bukan melalui sistem reimburse seperti sebelumnya. Dana itu, katanya, sangat dibutuhkan untuk mendukung operasi darat oleh personel dari Korem 102/Panju Panjung, Polda Kalteng, dan TNI AU Iskandar Pangkalan Bun,” bebernya.

Adapun dukungan logistik yang turut diajukan mencakup 87 set alat pemadam portabel, flexible tank (tandon air portabel), dan kendaraan roda tiga untuk distribusi ke daerah rawan karhutla.

“Selain itu mengingatkan bahwa Kalteng sudah memiliki payung yang jelas dalam pengendalian karhutla. Di antaranya, Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan, serta Pergub Nomor 4 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pembukaan Lahan Non-Gambut bagi Masyarakat Adat. Dengan keberadaan Satgas dan Posko yang aktif sepanjang tahun, maka upaya pengendalian dan penanggulangan Karhutla tetap berjalan maksimal, meskipun tanpa penetapan status siaga darurat,” ungkapnya. (yud)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!