Sekda Hadiri Rapat Bahas Karhutla, Ini Arahan Pemerintah Pusat

IST/BERITASAMPIT - Sekda Kabupaten , Drs. H. Djainuddin Noor, mengikuti Rapat Monitoring Karhutla Tahun 2025 melalui zoom meeting bersama jajaran kementerian dan pemerintah daerah se-Indonesia, Senin 28 Juli 2025. IST/BERITASAMPIT - Bupati , Ahmad Selanorwanda dan Wakil Ketua I DPRD , Harsandi saat bermain catur pada Turnamen Catur “Bupati Open 2025”. AHMAD/BERITASAMPIT - Bupati , Ahmad Selanorwanda, secara resmi membuka Festival UMKM dan Pasar Rakyat 2025, Selasa 29 Juli 2025. IST/BERITASAMPIT - Foto bersama Bupati , Ahmad Selanorwanda usai membuka panggung hiburan rakyat yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-23 Kabupaten sekaligus HUT ke-80 Republik Indonesia.

KUALA PEMBUANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten , Drs. H. Djainuddin Noor, mengikuti Rapat Monitoring Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2025 melalui zoom meeting bersama jajaran kementerian dan pemerintah daerah se-Indonesia, Senin 28 Juli 2025. Rapat strategis ini digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dipimpin langsung oleh Menteri Kehutanan RI.

Forum ini menjadi perhatian serius karena ancaman Karhutla diprediksi meningkat seiring fenomena El Nino dan cuaca ekstrem yang memicu kekeringan panjang. Hadir dalam rapat tersebut para pejabat tinggi dari kementerian, TNI-Polri, serta kepala daerah dari provinsi rawan Karhutla seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, , , Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Dalam agenda rapat, setiap kepala daerah menyampaikan update kondisi terkini di wilayahnya, termasuk potensi titik api dan kesiapan tim di lapangan. Kepala turut memberikan prakiraan cuaca dan peringatan dini untuk meminimalisasi dampak Karhutla yang kerap memicu bencana asap lintas daerah.

Menteri Kehutanan menekankan pentingnya pencegahan dini, pemantauan berbasis teknologi, dan keterlibatan masyarakat. “Koordinasi dan kesiapsiagaan adalah kunci. Jangan menunggu api membesar, bertindak cepat adalah prioritas,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan pusat, Pemkab siap mengoptimalkan sumber daya, peralatan, serta posko siaga Karhutla agar kejadian serupa di tahun-tahun sebelumnya tidak terulang. Sekda Djainuddin Noor menegaskan, upaya ini membutuhkan sinergi lintas instansi, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, hingga masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran.

“Pencegahan harus jadi budaya. Kita tidak boleh lengah, karena dampaknya bukan hanya , tapi juga ekonomi dan lingkungan,” ujarnya.

(ASY)

baca juga ...  Perusahaan Diminta Patuhi UMK Seruyan Tahun 2020
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!