PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Linae Victoria Aden, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan ramah bagi anak, bukan ruang yang mengandung kekerasan atau tekanan psikologis.
Hal ini disampaikan Linae saat membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dan Perkawinan Usia Anak yang digelar di SMAN 3 Palangka Raya, Kamis pagi, 31 Juli 2025.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar secara akademik, tapi juga tempat membentuk karakter dan mental anak. Maka lingkungan sekolah harus betul-betul bersih dari kekerasan fisik, verbal, apalagi seksual,” tegas Linae.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Justru sekolah dan pelajar adalah garda terdepan dalam pencegahan kekerasan terhadap anak dan perkawinan usia dini.
“Anak-anak sering menjadi korban karena takut melapor. Karena itu peran guru, teman sebaya, bahkan petugas kebersihan sekolah sekalipun penting dalam menciptakan sistem perlindungan,” ujarnya.
Menurut Linae, peningkatan pemahaman tentang kekerasan, termasuk bullying, pelecehan, serta paksaan terhadap anak, harus dilakukan secara rutin.
Ia juga menyoroti bahwa perkawinan usia anak bukan hanya soal budaya atau ekonomi, melainkan kegagalan sistem perlindungan.
“Kalau seorang anak menikah di usia dini, itu artinya kita semua gagal melindungi haknya. Pendidikan terputus, risiko kesehatan meningkat, dan masa depan mereka terancam,” jelasnya.
Melalui forum ini, Linae berharap sekolah-sekolah di Kalteng mulai menyusun sistem deteksi dini kekerasan anak, membentuk kelompok pelajar peduli perlindungan anak, serta memperkuat peran konselor dan guru Bimbingan Konseling (BK) dalam pendampingan psikologis.
“Kami tidak sekadar mengedukasi, tapi membangun ekosistem sekolah yang responsif terhadap kasus kekerasan,” tambahnya.
Linae menutup sambutannya dengan pesan kuat. “Kalau kita ingin generasi emas 2045, maka hari ini kita harus pastikan anak-anak kita tumbuh di lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan jauh dari kekerasan,” pungkasnya.
(Sya'ban)












