Rentetan Karhutla Landa Kotim Juli 2025: Kelalaian Warga Disorot!

IST/BERITASAMPIT - Kebakaran hutan dan lahan di Kotim.

SAMPIT – Pekan terakhir Juli 2025 menjadi masa yang memanas di Kabupaten Timur (Kotim). Sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul, khususnya di wilayah perkotaan Sampit dan sekitarnya.

Dalam rentang waktu kurang dari sepekan, tercatat empat kejadian karhutla terjadi di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang, dengan dugaan penyebab beragam, salah satunya karena kelalaian warga.

1. Karhutla Akibat Semak Dibakar Lalu Ditinggal Salat Jumat

pertama terjadi di Jalan Karya Bersama, Baamang Hulu, pada Jumat siang 25 Juli 2025. Kebakaran ini diduga dipicu oleh aksi pembakaran semak yang kemudian ditinggal oleh pelakunya untuk melaksanakan salat Jumat.

Kepala BPBD Kotim, Multazam, menyebutkan bahwa api sempat membakar lahan semak di atas tanah gambut seluas sekitar 10×15 meter. “TRC kami menerima laporan pukul 13.04 WIB, dan api berhasil dikendalikan 21 menit setelah tim tiba di lokasi,” ungkapnya.

Tim yang turun terdiri dari personel BPBD, Manggala Agni, Damkar, serta warga sekitar. Kendala utama di lokasi adalah tidak tersedianya sumber air, sehingga pemadaman harus dilakukan dengan efisiensi tinggi.

2. Karhutla di Lingkar Selatan Membara di Malam Hari

Masih di hari yang sama, Jumat malam 25 Juli 2025, titik api kembali muncul di Jalan Moh Hatta (Lingkar Selatan), Gang Sahminin, Kelurahan Ketapang. Api terlihat membara dari kejauhan, dekat dengan kantor Camat MB Ketapang.

“Aman tadi malam, 19 menit selesai,” kata Multazam, Sabtu 26 Juli 2025. Tim gabungan berhasil memadamkan api yang membakar semak-semak di lahan gambut seluas 40×60 meter persegi. Respons cepat didukung oleh personel yang memang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

baca juga ...  Kabar Duka, Direktur RSUD Samuda Meninggal Dunia

3. Siang Terik, Jalan Jaksa Agung Juga Terbakar

Selang beberapa hari kemudian, Selasa 29 Juli 2025, giliran Jalan Jaksa Agung Soeprapto, Baamang Hulu, yang dilanda karhutla. Di bawah terik matahari, tim gabungan berjibaku memadamkan kobaran api yang cepat membesar akibat keringnya vegetasi.

“Air sangat terbatas di lokasi, jadi kami rencanakan penambahan tim kedua,” ujar Multazam. Lokasi sulit dijangkau karena jauh dari sumber air, menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam.

4. Malamnya, Lokasi yang Sama Kembali Terbakar

Ironisnya, lokasi kebakaran di Jalan Jaksa Agung kembali terbakar di malam harinya. Api dilaporkan muncul kembali pada pukul 20.31 WIB dan menghanguskan lahan semak belukar seluas sekitar 3 hektare.

TRC BPBD yang siaga malam langsung bergerak cepat bersama relawan dari Dompet Peduli dan Emergency Respon Sampit. Akses yang jauh dari jalan raya serta keterbatasan air menjadi kendala yang kembali dihadapi.

“Setelah satu jam lebih pemadaman dan pendinginan, tim kembali ke pos dalam keadaan lengkap dan selamat,” ujar Multazam.

BPBD Kotim terus mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama di lahan gambut yang sangat rentan terbakar. Kondisi cuaca yang panas dan angin kencang juga menjadi faktor pemicu api cepat meluas. Koordinasi lintas lembaga dan partisipasi warga menjadi kunci dalam menanggulangi karhutla agar tidak berujung bencana besar.

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!