SAMPIT – Duka mendalam menyelimuti Desa Tumbang Manjul, Kecamatan Seruyan Hulu, Kabupaten Seruyan. Seorang siswi SMA ditemukan meninggal dunia dengan dugaan gantung diri. Peristiwa ini tak hanya menyisakan kesedihan, tetapi juga pertanyaan besar bagi keluarga.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Seruyan, AKP Rahmad Tuah, turun langsung mendampingi keluarga korban dalam proses pemeriksaan dan otopsi. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan sekaligus upaya memastikan penyelidikan berjalan sesuai prosedur.
“Hari ini kita mendampingi keluarga korban, diduga sementara korban meninggal karena gantung diri,” kata AKP Rahmad Tuah, Jumat 15 Agustus 2025.
Dirinya menyebut hasil otopsi akan didapatkan dari ahli forensik setelah satu hingga dua minggu usai otopsi dan yang bisa menjelaskan hanya dokter forensik.
“Untuk hasil otopsi itu yang berwenang menjelaskan dokter forensik dan beliau tidak berkenan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga saat ini sedang mendalami kasus ini dan telah memeriksa seorang laki-laki berinisia A yang merupakan pacar dari korban.
“Kami mendalami kasus ini dan kita telah meminta keterangan secara intensif kepada A sejak Sabtu kemarin,” tambahnya.
Namun, AKP Rahmad Tuah menegaskan bahwa pihaknya tidak berwenang membeberkan detail hasil autopsi. Penjelasan secara medis telah disampaikan langsung oleh dokter forensik kepada keluarga korban dalam pertemuan tertutup.
Meski demikian, keluarga korban belum bisa menerima sepenuhnya kejadian ini. Mereka meminta polisi mengusut tuntas alasan di balik langkah tragis yang diambil oleh korban.
“Doktes sudah menjelaskan secara medis kepada keluarga korban. Pihak keluarga menyerahkan kepada pihak berwenang untuk mencari tau penyebab korban sampai gantung diri,” pungkasnya.
(Utomo)












