SAMPIT – Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menetapkan Riskon Fabiansyah sebagai ketua baru untuk periode 2025–2029. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung NU Sampit, Senin 18 Agustus 2025, menggantikan Sanidin yang telah menuntaskan masa jabatannya selama dua periode.
Riskon yang juga Anggota DPRD Kotim menyampaikan bahwa amanah baru ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk memajukan pencak silat di daerah. “Kepemimpinan ini merupakan tanggung jawab yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Harapan saya, IPSI Kotim mampu memberi kontribusi tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional,” ungkapnya.
Dalam visi yang disampaikan, Riskon menekankan pentingnya menjadikan IPSI Kotim sebagai Rumah Bersama bagi semua perguruan silat. Konsep ini menurutnya sejalan dengan falsafah Huma Betang, yaitu membangun ruang inklusif yang aman, terbuka, dan saling menghormati antarperguruan, budaya, serta identitas masing-masing.
Adapun misi yang diusung terdiri dari dua pilar utama. Pertama, melanjutkan kiprah IPSI Kotim agar tetap berprestasi baik di tingkat regional maupun nasional. Kedua, menjadikan IPSI sebagai wadah untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di berbagai ajang.
Lebih lanjut, Riskon menegaskan bahwa budaya harus menjadi pintu utama dalam menjalankan roda organisasi. Baginya, berbudaya berarti menjunjung tinggi sportivitas, menghormati perbedaan, dan menumbuhkan etos kerja yang kuat.
“Dalam konteks Huma Betang, persatuan harus dirawat lewat dialog berkelanjutan, penghormatan terhadap nilai-nilai lokal, dan menjadikan IPSI sebagai rumah bersama bagi semua,” ujarnya.
Ia juga menilai proses pemilihan yang berlangsung mencerminkan tradisi musyawarah mufakat yang telah melekat di tubuh IPSI Kotim.
“Perguruan-perguruan telah memberikan dasar yang kokoh dengan mengedepankan musyawarah mufakat, sehingga saya dipercaya memimpin IPSI. Budaya inilah yang akan terus kita pertahankan dalam perjalanan organisasi ke depan,” tegasnya. (nardi)












