Bupati Kotim Halikinnor Bungkam Soal Dugaan Korupsi Alat Berat Rp20 Miliar

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Bupati Kotim Halikinnor saat dicegat wartawan di Kantor Gubernur Kalteng.

– Bupati Timur (Kotim), , Halikinnor memilih bungkam saat ditanya soal dugaan korupsi pengadaan alat berat senilai hampir Rp20 miliar.

“No komen, no komen, maaf ya,” ujarnya singkat ketika dicegat wartawan saat menghadiri kegiatan di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, 21 Agustus 2025.

Sikap diam itu muncul di tengah penyelidikan yang tengah dilakukan oleh Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Kalteng.

Aparat penegak mendalami dugaan penyimpangan pengadaan 17 unit excavator di Dinas Pertanian Kotim sepanjang 2021-2023. Nilainya mencapai Rp20 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Kejati Kalteng, Dodik Mahendra, membenarkan proses penyelidikan tersebut. “Ya benar, laporan dari masyarakat terkait pengadaan alat berat itu diduga tidak sesuai dengan peruntukannya dan lain-lain pada tahun 2021–2023,” kata Dodik saat dikonfirmasi, Selasa, 12 Agustus 2025.

Ia mengungkapkan sejumlah pejabat telah dimintai klarifikasi, termasuk Kepala Dinas Pertanian Kotim.

“Sudah ada beberapa orang diminta klarifikasi, termasuk beberapa pejabat beberapa waktu lalu. Kalau sampai di Dinas Pertanian, ya Kepala Dinas hingga Kabidnya,” ucap Dodik.

Berdasarkan laporan yang masuk, pada 2021 pengadaan tiga unit alat berat menghabiskan Rp3,2 miliar, lalu 12 unit pada 2022 senilai Rp14,4 miliar, dan dua unit pada 2023 senilai Rp2,4 miliar. Total hampir Rp20 miliar hanya untuk 17 unit excavator.

(Syauqi)

baca juga ...  Satpol PP se-Kalteng Bertemu di Kotim, Satukan Langkah-Persepsi melalui Rakor
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!