MASA tua tak harus identik dengan sakit-sakitan. Di tengah meningkatnya harapan hidup, semakin banyak lansia yang membuktikan bahwa usia senja bisa dijalani dengan sehat, aktif, dan penuh semangat. Rahasianya sederhana, dimulai dari kebiasaan sehari-hari: rutin berolahraga dan cukup minum air putih.
Olahraga: Kunci Mobilitas dan Kebahagiaan Lansia
Bagi lansia, olahraga bukan sekadar gerak, melainkan investasi untuk kualitas hidup. Gerakan ringan seperti jalan santai, yoga dan atau senam lansia dapat menjaga kesehatan guna untuk jantung, mengontrol berat badan, dan meningkatkan keseimbangan tubuh.
Dampaknya, risiko jatuh yang sering mengintai usia lanjut bisa diminimalisasi.Lebih dari itu, olahraga juga memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Gerakan tubuh memicu pelepasan hormon endorfin yang dapat meredakan stres dan memperbaiki suasana hati. Lansia yang aktif cenderung lebih ceria, bersemangat, dan memiliki kualitas tidur yang lebih baik.
“Olahraga rutin dan minum air putih yang cukup adalah dua hal sederhana, tapi dampaknya luar biasa bagi kesehatan,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Iwan Kurnia, Selasa 26 Agustus 2025.
Air Putih: Kebutuhan Vital yang Sering Terlupakan
Selain olahraga, minum air putih adalah kebiasaan penting yang sering diabaikan. Banyak lansia cenderung kurang minum karena menurunnya rasa haus seiring bertambahnya usia. Padahal, dehidrasi dapat memicu berbagai masalah serius, mulai dari gangguan fungsi ginjal, sembelit, hingga penurunan konsentrasi.
Dokter Muhammad Haekal, verifikator BPJS Kesehatan Cabang Sampit, menekankan pentingnya menjaga asupan cairan. Kebutuhan air putih harian lansia umumnya mencapai 1,5 hingga 2 liter, disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Dengan asupan yang cukup, tubuh lansia tetap bugar dan organ vital dapat berfungsi secara optimal.
Prolanis BPJS Kesehatan: Dukungan Menuju Lansia Produktif
Kesadaran akan gaya hidup sehat ini didukung penuh oleh BPJS Kesehatan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Ditujukan bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi yang banyak dialami lansia, Prolanis menjadi wadah untuk menumbuhkan gaya hidup sehat.
Dalam kegiatan Prolanis, peserta diajak aktif melalui senam bersama, pemeriksaan kesehatan rutin, dan edukasi gizi. Lebih dari sekadar aktivitas fisik, program ini juga membangun interaksi sosial yang hangat, mengurangi rasa kesepian, dan meningkatkan semangat hidup.
Iwan Kurnia menambahkan,”Kami berkomitmen untuk mendampingi peserta, khususnya lansia, agar tetap sehat dan produktif,” ucap Iwan. Ia melihat keberhasilan program ini bukan hanya dari menurunnya angka komplikasi penyakit, tapi juga dari kebahagiaan dan kemandirian para lansia.
Kisah para lansia yang rutin mengikuti senam Prolanis menjadi bukti nyata bahwa kesehatan erat kaitannya dengan gaya hidup dan kebersamaan. Dengan kolaborasi antara kesadaran pribadi dan dukungan program kesehatan, kita dapat menciptakan generasi lansia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.(im/bs)












