KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas H.M. Wiyatno menegaskan pentingnya peran Bunda PAUD dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD sebagai motor penggerak pendidikan anak usia dini. Ia menekankan, keberadaan mereka harus menjadi motivator, fasilitator, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, merata, dan holistik integratif di Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung, Rabu 27 Agustus 2025.
Menurut Wiyatno, keberhasilan pembangunan manusia dimulai sejak anak usia dini. Karena itu, peran Bunda PAUD dan Pokja tidak boleh hanya sebatas seremonial, melainkan benar-benar menyentuh aspek gizi, kesehatan, pendidikan, perlindungan, hingga kesejahteraan anak di seluruh wilayah Kapuas.
Pernyataan tersebut ia sampaikan pada rangkaian pelantikan Tim Penggerak PKK Kecamatan, Bunda PAUD dan Bunda Literasi, sekaligus pengukuhan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini juga dirangkai dengan Gebyar PAUD Dikmas yang diwarnai lomba mewarnai, menari, menyanyi, serta pameran kerajinan dan kuliner dari guru TK maupun warga belajar PKBM binaan Dinas Pendidikan Kapuas.
Ketua TP PKK Kapuas, Ny. Siti Sania Wiyatno yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi, menegaskan bahwa amanah yang baru diberikan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja dengan hati, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta menghadirkan inovasi demi lahirnya generasi berakhlak mulia.
“Mari kita menjadi teladan, baik di dalam keluarga maupun masyarakat. Bersama-sama kita bangun generasi Kapuas yang cerdas, sehat, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” ucap Siti Sania dalam arahannya.
Dukungan juga datang dari Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Tengah, Ny. Nunu Andriani Edy Pratowo. Ia menilai, Pokja Bunda PAUD adalah wadah kolaborasi lintas sektor yang mampu memperkuat program pendidikan anak usia dini. Ia mendorong agar partisipasi masyarakat terus digerakkan, sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pengasuhan sejak dini.
“Pokja harus mampu mendorong inovasi pembelajaran yang berkarakter dan berbasis budaya lokal, sehingga anak-anak kita tidak hanya cerdas, tetapi juga bangga dengan identitas daerahnya,” tegas Nunu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TP PKK, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Ia menekankan, sinergi lintas sektor menjadi kunci terwujudnya layanan PAUD berkualitas dan merata bagi anak-anak di Kabupaten Kapuas. (ds)












